BNPB Pantau Dampak Banjir Lahan Pertanian di Luwu Timur

  • 11 Mei 2026 18:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tim gabungan masih melakukan pemantauan pascabanjir yang merendam lahan pertanian di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan
  • Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari
  • Ia mengatakan banjir dipicu oleh luapan Sungai Balo-Balo sejak Jumat, 8 Mei 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Tim gabungan masih melakukan pemantauan pascabanjir yang merendam lahan pertanian di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Ia mengatakan banjir dipicu oleh luapan Sungai Balo-Balo sejak Jumat, 8 Mei 2026.

Menurutnya, tim gabungan terus memantau perkembangan kondisi banjir dan ketinggian air di wilayah terdampak.

“Hingga saat ini monitoring masih dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan. Mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif,” kata Abdul Muhari, Senin, 11 Mei 2026.

Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Luwu Timur, banjir merendam sekitar 80 hektare lahan persawahan warga. Selain itu, sekitar 10 hektare kebun sawit dan 10 hektare tambak milik masyarakat juga terdampak banjir.

BNPB mencatat sedikitnya enam kepala keluarga terdampak akibat rumah mereka terendam air. Meski demikian, kondisi banjir di sejumlah titik dilaporkan mulai berangsur surut sejak Minggu (10/5/2026).

Abdul Muhari memastikan tim gabungan telah melakukan langkah penanganan darurat guna meminimalisir dampak terhadap masyarakat. Petugas juga terus melakukan pendataan lanjutan terkait kebutuhan warga terdampak di lokasi banjir.

BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi luapan sungai. Terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai dan kawasan pertanian produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....