Pencarian Dua Pendaki Hilang di Gunung Dukono Dilanjutkan Besok
- 10 Mei 2026 00:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Operasi pencarian dua pendaki yang masih hilang di Gunung Dukono Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara akan kembali dilanjutkan pada Minggu 10 Mei 2026.
- Tim pencarian dan pertolongan (SAR) sebelumnya telah mengidentifikasi dua titik timbunan pasir vulkanik yang diduga menjadi lokasi dua pendaki tersebut.
RRI.CO.ID, Denpasar - Operasi pencarian dua pendaki yang masih hilang di Gunung Dukono Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara akan kembali dilanjutkan pada Minggu 10 Mei 2026. Tim pencarian dan pertolongan (SAR) sebelumnya telah mengidentifikasi dua titik timbunan pasir vulkanik yang diduga menjadi lokasi dua pendaki tersebut.
Kedua titik tersebut berada dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban pertama. “Dua titik itu sudah ditandai menggunakan koordinat GPS,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Denpasar, Sabtu 9 Mei 2026 malam.
Menurutnya, tim memutuskan menghentikan sementara operasi pencarian pada Sabtu karena kondisi mulai gelap serta aktivitas gunung yang masih tinggi. Prioritas saat ini adalah memastikan evakuasi korban pertama berjalan aman demi keselamatan seluruh personel di lapangan.
Operasi pencarian pada Minggu (10/5) akan difokuskqnnpada penyisiran dan penggalian di dua titik yang telah ditandai. Operasi ini dipimpin oleh Kantor SAR Ternate bersama BPBD Kabupaten Halmahera Utara.
Tim berharap proses pencarian lanjutan dapat segera menemukan dua pendaki yang masih hilang. Sebelumnya, Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu pendaki korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.
Korban berinisial E, warga negara Indonesia, ditemukan sekitar pukul 14.30 WIT sore. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia Sabtu 9 Mei 2026.
Berdasarkan laporan BNPB, korban ditemukan sekitar 50 meter dari bibir kawah utama gunung. Jasad sempat tertutup material pasir vulkanik dan baru terlihat setelah hujan deras mengguyur lokasi pencarian sehingga sebagian material tersapu air.
Saat ini jenazah telah dievakuasi ke RSUD Tobelo setelah proses evakuasi yang dilakukan dengan kehati-hatian. Mengingat, aktivitas vulkanik masih fluktuatif dan ketebalan pasir vulkanik di area kejadian cukup tinggi.
BNPB kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi larangan pendakian serta tetap berada di luar radius bahaya yang ditetapkan Badan Geologi. Guna menghindari jatuhnya korban jiwa akibat aktivitas vulkanik yang masih dinamis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....