SAR Fokuskan Pencarian Tiga Pendaki di Bibir Kawah Gunung Dukono
- 09 Mei 2026 14:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BNPB menginformasikan tim SAR gabungan masih terus melakukan operasi pencarian terhadap tiga pendaki yang hilang.
- Pencarian ketiganya difokuskan di bibir kawah utama pasca-erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.
RRI.CO.ID, Labuan Bajo - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan tim SAR gabungan masih melakukan operasi pencarian terhadap tiga pendaki yang hilang. Pencarian ketiganya difokuskan di bibir kawah utama pasca-erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan dua dari tiga pendaki yang hilang merupakan Warga Negara Asing (WNA). Sementara satu lainnya adalah Warga Negara Indonesia (WNI).
“Pada hari kedua operasi ini, tim memfokuskan pencarian di area yang diduga menjadi titik keberadaan korban. Posisi dua WNA sempat terdeteksi berada pada jarak 20 hingga 30 meter dari bibir kawah utama,” ujarnya dalam keterangan Sabtu 9 Mei 2026.
Meski posisi dua WNA tersebut telah diketahui, proses evakuasi belum dapat dilakukan karena kondisi medan yang ekstrem serta aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih sangat tinggi. Sementara itu, satu pendaki WNI hingga kini masih dalam proses pelacakan dan belum terdeteksi keberadaannya.
BNPB menegaskan seluruh personel di lapangan wajib mengutamakan keselamatan serta mengikuti rekomendasi Badan Geologi mengingat status gunung berada pada Level II (Waspada). Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, aktivitas kegempaan masih didominasi gempa letusan beramplitudo besar.
Sejak Sabtu (9/5) dini hari hingga pukul 11.00 WIT, tercatat beberapa kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 3.000 meter di atas puncak. BNPB juga menyesalkan adanya aktivitas pendakian, mengingat Pemkab Halmahera Utara telah menutup total jalur pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026.
Masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki kawasan rawan bencana. Yakni, dalam radius empat kilometer dari puncak kawah.
BNPB mengingatkan masyarakat mematuhi rekomendasi pembatasan aktivitas di gunung api aktif lain berstatus Waspada maupun Siaga. Seperti Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT, Gunung Marapi, serta Gunung Semeru.
“Kami meminta operator jasa pendakian dan masyarakat aktif mensosialisasikan penutupan jalur ini. Setiap pelanggaran dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan demi keselamatan jiwa,” kata Abdul Muhari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....