Pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya Dikebut, Target Rampung Juni 2026

  • 07 Mei 2026 08:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya mencapai sekitar 9 persen dan ditargetkan selesai 20 Juni 2026
  • Percepatan dilakukan agar siswa dapat menempati gedung baru pada Tahun Ajaran Juli 2026
  • Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan tambahan tujuh Sekolah Rakyat pada tahun depan

RRI.CO.ID, Dharmasraya — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat, Rabu, 6 Mei 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai target dan siap dimanfaatkan pada Tahun Ajaran Baru pada Juli 2026.

Menteri Dody menyebut progres pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya ini akan terus dipercepat. Ia menyampaikan capaian progres saat ini sekitar 9 persen dan ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026.

“Per kemarin sore, saya koordinasi sudah sekitar 9 persen, jadi mudah-mudahan sampai 20 Juni selesai. Mungkin ada beberapa yang belum selesai tuntas, tapi overall bagus,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis Rabu, 6 Mei 2026.

Menteri PU ini juga menekankan pentingnya percepatan pekerjaan dengan target progres harian minimal dua persen. Langkah ini dilakukan agar pembangunan dapat mengejar target waktu yang telah ditetapkan.

Ia menegaskan kekurangan progres harian harus dikejar pada hari berikutnya. Langkah ini dilakukan agar siswa Sekolah Rakyat Rintisan dapat segera menempati gedung baru pada Tahun Ajaran Juli 2026.

“Jadi untuk Sekolah Rakyat di Dharmasraya ini kita kejar, mudah-mudahan per hari bisa minimal 2 persen. Kalau misalnya per hari nggak bisa mencapai 2 persen karena hujan atau lainnya, besoknya saya minta untuk di catch up,” ujarnya.

Selain itu, Menteri Dody juga mengapresiasi kinerja seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut. Ia menilai koordinasi antara Satgas Percepatan, tim teknis, dan kontraktor berjalan dengan baik.

“Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, Satgas Percepatan SR Tahap 2 bekerja dengan baik. Koordinasinya bagus, kontraktor juga bergerak cepat, semua bekerja sama untuk memastikan progres harian berjalan baik termasuk kesiapan material,” ucap Dody.

Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai fasilitas pendidikan terpadu mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA yang semua ditanggung oleh pemerintah. Adapun fasilitas penunjangnya meliputi, asrama, tempat makan, rumah ibadah, sarana olahraga, termasuk buku dan seragam siswa.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Selain itu, pembangunan Sekolah Rakyat juga diarahkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Ini adalah ide mulia Presiden Prabowo Subianto untuk menghapus kemiskinan ekstrem melalui pendidikan. Tidak ada cara lain selain melalui sekolah untuk menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatra Barat Vasko Ruseimy menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan Sekolah Rakyat. Ia menyebut pemerintah provinsi juga menargetkan pembangunan tambahan Sekolah Rakyat pada tahun depan.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan pembangunan tambahan 7 Sekolah Rakyat pada tahun depan. Dengan luas kawasan rata-rata 8–10 hektar,” kata Wagub Vasko.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....