Mensos Dorong Pengelolaan Barang Milik Negara di Sekolah Rakyat Lebih Optimal

  • 06 Mei 2026 23:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Sosial, Saifullah Yusuf membuka kegiatan Pelatihan Pengelolaan Barang Milik Negara di Sekolah Rakyat.
  • Pelatihan digelar di Kota Bekasi dari tanggal 6-8 Mei 2026 bagi Tenaga Kependidikan di Sekolah Rakyat.
  • Pelatihan ini bertujuan agar Barang Milik Negara yang ada di sekolah rakyat bisa dikelola secara optimal.

RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar Pelatihan Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di Sekolah Rakyat. Kegiatan tersebut digelar di Harris Hotel & Convention Bekasi dari tanggal 6-8 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul. Serta diikuti tenaga kependidikan di sekolah rakyat sebagai peserta dalam kegiatan tersebut.

Menurut Mensos, Barang Milik Negara (BMN) merupakan hal yang harus dijaga dan dikelola sehingga pengelolaannya lebih maksimal. Oleh karena itu Kemensos sengaja menggelar pelatihan untuk pengelolaan BMN di sekolah rakyat.

Dengan pelatihan tersebut, Mensos berharap barang-barang milik negara ini bermanfaat, bertahan lama serta bisa dipertanggungjawabkan. Dan yang paling penting pencatatannya harus rapi mengingat BMN merupakan amanah dari rakyat.

"Jadi setiap uang yang dikeluarkan itu bisa dipertanggungjawabkan dan setiap uang yang dibelanjakan melalui proses yang prudent. Proses yang dikeluarkan penuh kehati-hatian dengan prosedur yang cukup jelas sehingga pemanfaatannya pemeliharaannya, pencatatnya juga harus baik," katanya, di Bekasi, Rabu, 6 Mei 2026 malam.

Ia menjelaskan, selama pelatihan para peserta akan mendapatkan materi yang dibawakan oleh narasumber yang memiliki ilmu di bidang BMN. Sehingga para peserta diharapkan mengerti betul cara mengelola BMN yang benar.

"Jadi selama beberapa hari pelatihan peserta akan mendapatkan materi dari narasumber yang ahli dalam pengelolaan barang milik negara. Inilah yang dibutuhkan teman-teman dari sekolah rakyat di bidang sarana dan prasarana,," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....