Cuaca Ekstrem Masih Intai Banten termasuk Tangerang Raya
- 04 Mei 2026 01:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Cuaca ekstrem masih mengintai wilayah Banten hingga Tangerang Raya sampai 5 Mei 2026 mendatang
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk wasapada
RRI.CO.ID, Tangerang - Cuaca ekstrem masih mengintai provinsi Banten termasuk Tangerang Raya sampai 5 Mei 2026. Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah II Banten, Hartanto mengimbau masyarakat waspada.
"Warga agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Cuaca ekstrem ini mulai 3 sampai 5 Mei 2026," ujar Hartanto, Minggu 3 Mei 2026.
Hartanto memprakirakan beberapa fenomena atmosfer yang tengah aktif. Fenomena itu berpotensi memicu hujan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
"Pada 3-5 Mei 2026 ada potensi hujan intensitas lebat hingga sangat lebat" kata Hartanto. Di Tangerang Raya jika terjadi hujan sangat lebat biasanya menimbulkan banjir di sejumlah lokasi.
"Cuaca ekstrem itu terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian selatan, Kabupaten Lebak bagian tengah dan selatan. Di Kabupaten Tangerang bagian Selatan serta Kota Tangerang Selatan, juga terjadi hal yang sama," ucapnya.
Di Kabupaten Serang bagian barat dan selatan terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi yang sama juga terjadi di Kota Serang, Pandeglang, Lebak, Tangerang bagian tengah dan utara serta Kota Tangerang.
"Selanjutnya pada 6-8 Mei 2026, waspadai hujan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian utara. Ditambah lagi Kabupaten Lebak dan Kabupaten Tangerang bagian selatan," katanya.
Lebih lanjut Hartanto mengatakan masyarakat juga perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi (1,25-2,5 meter) di Selat Sunda. Kondisi ini terjadi di perairan selatan dan barat Pandeglang, dan perairan selatan Lebak.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada. Masyarakat hendaknya waspada di wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang.
Masyarakat diimbau melakukan tindakan aktif seperti memastikan saluran air tidak tersumbat. Warga juga diimbau untuk menghindari perjalanan ke daerah rawan banjir, dan mengamankan barang-barang penting.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar menjelaskan kondisi ini akibat musim pancaroba (dari musim hujan ke kemarau). Perubahan cuaca yang cepat ini menimbulkan dampak seperti hujan tiba-tiba, angin kencang yang bisa mengganggu kesehatan.
”Untuk itu, masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca terkini. Juga mempersiapkan perlengkapan seperti payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar ruangan,” ujar Mahdiar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....