Percepat Konektivitas Sumsel, Dua Seksi Tol Ditarget Rampung Kuartal III 2026
- 05 Mei 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mempercepat pembangunan Tol Kayuagung–Palembang–Betung untuk dukung konektivitas dan logistik
- Tol ini akan memangkas waktu tempuh Palembang–Betung dari tiga jam menjadi satu jam
- Proyek bernilai Rp14,98 triliun ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat konektivitas di Sumatra Selatan terus dipercepat melalui pembangunan Jalan Tol Kayuagung–Palembang–Betung. Proyek ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran mobilitas dan distribusi logistik di kawasan tersebut.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan dua seksi utama tol tersebut rampung pada kuartal III 2026. Kedua ruas yang menjadi prioritas adalah Seksi 1 Kramasan–Sungai Rengas dan Seksi 2 Sungai Rengas–Pangkalan Balai.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan proyek ini memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Ia memastikan pembangunan terus didorong agar selesai tepat waktu.
“Kami terus dukung pembangunan proyek ini agar selesai tepat waktu. Karena ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” kata Menteri Dody melalui keterangan tertulis pada Selasa, 5 Mei 2026.
Jalan Tol Kayuagung–Palembang–Betung memiliki panjang total 111,69 kilometer dan menjadi bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatra. Saat ini, ruas Kayuagung–Palembang sepanjang 37,62 kilometer telah beroperasi, sementara lanjutan menuju Betung sepanjang 69,19 kilometer masih dibangun.
Pembangunan ruas Palembang–Betung terbagi dalam tiga seksi. Seksi 1 memiliki panjang 21,5 kilometer, sementara seksi 2 sepanjang 33 kilometer, dan Seksi 3 sepanjang 14,69 kilometer.
Fokus percepatan pembangunan berada pada seksi 1 dan Seksi 2 karena dinilai strategis. Kedua ruas tersebut akan memperkuat konektivitas dan arus logistik kawasan Palembang menuju wilayah utara Sumatra Selatan.
Saat ini, progres pembangunan menunjukkan capaian signifikan pada kedua seksi tersebut. Pada Seksi 1, pembebasan lahan telah mencapai 95,43 persen dan konstruksi sebesar 92,07 persen.
Sementara pada Seksi 2, progres pengadaan lahan mencapai 95,58 persen dan konstruksi sebesar 89,88 persen. Adapun Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung masih dalam tahap pembangunan.
Progres pembebasan lahan mencapai 86,15 persen dan konstruksi sebesar 51,82 persen, dengan target rampung awal 2027. Pembangunan tol ini dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Proyek ini dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) sebagai Badan Usaha Jalan Tol. Pekerjaan konstruksi Seksi 1 dan 2 dilaksanakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk, sedangkan Seksi 3 dikerjakan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur.
Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar Rp14,98 triliun dengan masa konsesi selama 50 tahun. Kehadiran tol ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh Palembang–Betung dari sekitar tiga jam menjadi satu jam.
Selain itu, tol ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi transportasi dan memperlancar distribusi logistik. Dampak lainnya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatra Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....