BMMB Prioritaskan Penguatan Organisasi pada Awal Kepengurusan 2026-2030

  • 04 Mei 2026 08:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMMB memprioritaskan penguatan organisasi melalui program awal kepengurusan 2026–2030
  • Program utama meliputi pendataan anggota, konsolidasi tokoh, dan pengadaan sekretariat
  • Rakernas akan menjadi dasar penentuan arah kebijakan dan program kerja organisasi

RRI.CO.ID, Jakarta – DPP Badan Musyawarah Masyarakat Bima (BMMB) memprioritaskan penguatan organisasi melalui sejumlah program awal kepengurusan periode 2026-2030. Langkah ini difokuskan untuk membangun fondasi kerja yang terarah dan berkelanjutan ke depan.

Program prioritas tersebut disampaikan dalam rangkaian pelantikan dan halal bihalal masyarakat Bima di Jakarta. Momentum ini dimanfaatkan untuk menyampaikan arah awal kebijakan dan fokus kerja organisasi ke depan.

Ketua penyelenggara Kaharuddin Sulaiman menjelaskan program awal mencakup inventarisasi anggota dan penguatan konsolidasi tokoh. Selain itu, pengadaan sekretariat menjadi kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas organisasi.

“Program prioritas dimulai dari inventarisasi anggota dan pembangunan database. Kami juga akan menyatukan tokoh-tokoh Bima agar organisasi semakin solid,” ujarnya dalam acara pelantikan dan Halal Bihalal Badan Musyawarah Masyarakat Bima (BMMB), di Jakarta, Minggu, 3 Mei 2026.

Penguatan organisasi juga diarahkan untuk mempererat hubungan antaranggota di berbagai wilayah. Konsolidasi ini diharapkan mampu membangun semangat kebersamaan dalam menjalankan program ke depan.

Selain itu, keberadaan sekretariat dinilai penting sebagai pusat koordinasi kegiatan organisasi. Fasilitas ini akan mendukung peran BMMB sebagai wadah masyarakat Bima secara nasional.

“Sekretariat menjadi kebutuhan penting karena BMMB adalah motor organisasi masyarakat Bima. Perannya tidak hanya di Jabodetabek, tetapi juga seluruh Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Badan Musyawarah Masyarakat Bima (DPP BMMB) Firdaus Djuwaid menekankan arah kebijakan organisasi ke depan. Fokus utama diarahkan pada penguatan peran BMMB dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, organisasi tidak hanya menjalankan fungsi sosial, tetapi juga harus berkontribusi nyata dalam pembangunan. Peran tersebut dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan pemanfaatan potensi masyarakat.

“BMMB ke depan tidak hanya sebagai organisasi sosial. Tetapi harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah untuk pembangunan Kabupaten Bima,” ujarnya.

Penguatan peran ini diharapkan mampu menjembatani kepentingan masyarakat dengan program pemerintah daerah. Kolaborasi lintas wilayah menjadi kunci dalam mendorong pembangunan yang lebih efektif.

Dengan pembagian fokus tersebut, BMMB diharapkan mampu menjalankan program secara terarah dan berkelanjutan. Organisasi ini juga ditargetkan menjadi wadah kolaborasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....