Geopark Rinjani Diperkuat, NTB Tegaskan Komitmen Jaga Warisan Dunia

  • 03 Mei 2026 18:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan komitmen menempatkan konservasi sebagai prioritas utama
  • Dalam pengelolaan kawasan Geopark Rinjani di Pulau Lombok. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis kawasan
  • Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan kawasan Rinjani merupakan warisan dunia yang memiliki nilai ekologis, geologi, dan budaya tinggi

RRI.CO.ID, Lombok - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan komitmen menempatkan konservasi sebagai prioritas utama. Dalam pengelolaan kawasan Geopark Rinjani di Pulau Lombok.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis kawasan. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan kawasan Rinjani merupakan warisan dunia yang memiliki nilai ekologis, geologi, dan budaya tinggi.

“Rinjani bukan sekadar destinasi wisata, tetapi identitas, sumber kehidupan, sekaligus warisan dunia yang harus dijaga tanpa kompromi,” kata Iqbal, Minggu, 3 Mei 2026.

Sebagai bentuk konkret, Pemprov NTB meresmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur pada 2 Mei 2026. Fasilitas ini difungsikan sebagai pusat data dan pengetahuan terintegrasi yang menghubungkan aspek geologi, sejarah, budaya, hingga kehidupan masyarakat di kawasan Rinjani.

Narasi besar letusan Gunung Samalas yang berdampak pada iklim dunia turut menjadi penguat posisi Geopark Rinjani sebagai laboratorium alam global. Pemerintah daerah menegaskan arah kebijakan pengelolaan tidak hanya untuk mempertahankan status dalam UNESCO Global Geoparks, tetapi juga meningkatkan kualitas pengelolaan berbasis konservasi.

Gubernur Iqbal menambahkan, masyarakat di sekitar kawasan harus menjadi bagian utama dalam pembangunan tanpa mengabaikan kelestarian alam. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan sekaligus menjaga identitas kawasan.

Geopark Rinjani yang mencakup lebih dari 20 geosite lintas kabupaten dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pembelajaran global dan destinasi berkelanjutan. Status Kartu Hijau dari UNESCO untuk periode 2026–2030 menjadi indikator keberhasilan NTB menjaga keseimbangan antara konservasi dan pembangunan ekonomi.

Badan Pengelola Geopark Rinjani juga mendorong penguatan ekonomi berbasis kawasan. Melalui pengembangan desa wisata, penyelenggaraan kegiatan internasional, serta pemberdayaan pelaku UMKM lokal.

General Manager Geopark Rinjani, Qwadru Putro Wicaksono, menyebutkan produk unggulan. Seperti tenun dan kuliner tradisional menjadi bagian dari rantai nilai yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan menjadikan Geopark Rinjani sebagai model pengelolaan kawasan berbasis konservasi. Tentu yang mampu memberikan nilai ekonomi tanpa kehilangan jati diri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....