Pengguna LRT Jabodebek Tembus 127.089 Orang Akibat Gangguan di Bekasi

  • 30 Apr 2026 01:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia mencatat 127.089 pengguna LRT Jabodebek pada Selasa, 28 April 2026.
  • Penyesuaian rute perjalanan di wilayah Bekasi Timur mendorong perpindahan masif penumpang ke moda angkutan kereta layang.
  • Sistem integrasi antarmoda mempermudah masyarakat dari kawasan penyangga untuk beralih menggunakan layanan transportasi publik menuju Jakarta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Moda LRT Jabodebek mencatat rekor harian 127.089 orang pengguna pada Selasa, 28 April 2026. Capaian tersebut membuktikan sistem transportasi publik menjadi andalan utama bagi mobilitas warga di tengah penyesuaian operasional Bekasi.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan lonjakan penumpang massal tersebut melalui rilis informasi resmi Rabu, 29 April 2026. Masyarakat memilih beralih layanan kereta api layang demi mengejar efisiensi waktu tempuh akibat gangguan perjalanan kereta api reguler.

Para pengguna beralih moda angkutan setelah insiden teknis di lintas perjalanan kereta api Bekasi Timur kemarin. Jarak antara Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Jati Mulya hanya terpaut 2,7 kilometer sehingga mempermudah aksesibilitas masyarakat.

Manager of Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika menyebutkan penyesuaian operasional rute Bekasi mendorong peningkatan arus volume penumpang. Pihak pengelola berupaya keras memberikan kemudahan perpindahan pengguna demi kesinambungan aktivitas produktif bagi seluruh warga di wilayah penyangga.

“LRT Jabodebek hadir sebagai bagian dari sistem transportasi yang saling terhubung. Dalam situasi penyesuaian operasional, kami berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki alternatif perjalanan yang selamat, nyaman, dan andal dengan waktu tempuh yang pasti,” ujar Radhitya.

Pusat kepadatan arus penumpang harian Selasa terpantau berada pada area Stasiun Dukuh Atas yang melayani 18.764 pengguna. Sementara itu, layanan pada area stasiun kawasan Harjamukti serta Kuningan turut menyumbang volume pergerakan yang sangat signifikan.

Manajemen mencatat total sementara 50.735 orang pengguna jasa sudah menggunakan layanan sampai pukul 12.00 WIB pada Rabu. Pertumbuhan volume tersebut didominasi pergerakan masyarakat yang berangkat melalui stasiun di kawasan pemukiman warga wilayah Harjamukti.

Stasiun Harjamukti melayani 10.313 pelanggan bersama Jati Mulya yang juga mencatat data volume di angka 7.268 perjalanan. Pergerakan tinggi terpantau pula di Stasiun Cikunir 1 beserta Bekasi Barat serta pusat keramaian di area stasiun Cikoko.

Jaringan LRT Jabodebek saat ini telah terintegrasi langsung dengan moda Kereta Rel Listrik (KRL) untuk mempermudah mobilisasi harian. Infrastruktur perkeretaapian modern tersebut mencakup titik lokasi strategis mulai kawasan perkantoran Rasuna Said hingga kawasan wisata Taman Mini.

"Saya menikmati perjalanan antarmoda salah satunya melalui KRL dan LRT Jabodebek untuk bekerja setiap harinya. Hal ini menjadi kemudahan bagi saya dalam menuju tempat kerja," ucap Arianti, salah seorang pengguna.

Manajemen Kereta Api Indonesia berencana mengoptimalkan standar pelayanan angkutan layang guna menjawab dinamika kebutuhan seluruh warga wilayah Jabodetabek. Implementasi integrasi antarmoda menjadi solusi praktis dalam rangka mengurangi ketergantungan warga pada pemakaian armada moda transportasi kendaraan pribadi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....