Penumpang LRT Jati Mulya Naik 45 Persen Pasca Kecelakaan Kereta Bekasi
- 28 Apr 2026 23:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Volume pengguna LRT di Stasiun Jati Mulya mengalami lonjakan sebesar 45 persen akibat dampak gangguan perjalanan kereta Bekasi.
- Manager of Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika menjamin kualitas pelayanan yang aman bagi para masyarakat di kawasan terdampak.
- Sistem transportasi ini terintegrasi dengan moda lain seperti kereta cepat guna mempermudah akses mobilitas seluruh penumpang ke Jakarta.
RRI.CO.ID, Bekasi - Penumpang LRT Jabodebek meningkat drastis menyusul gangguan perjalanan kereta api di Bekasi sejak Senin malam, 27 April 2026. Jumlah pengguna meningkat 45 persen guna mencari transportasi alternatif menuju Jakarta pada Selasa, 28 April 2026.
Total penumpang yang berangkat dari Stasiun Jati Mulya sudah menyentuh 9.023 pengguna dalam satu hari. Manager of Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika memberikan respons mendalam atas situasi kedaruratan mobilitas angkutan masyarakat Bekasi.
“LRT Jabodebek terus melayani perjalanan masyarakat dari kawasan Bekasi menuju Jakarta, dan berharap proses pemulihan operasional perjalanan kereta di wilayah Bekasi dapat segera berjalan lancar sehingga mobilitas masyarakat kembali normal,” ujar Radhitya.
Letak Stasiun Jati Mulya berjarak sekitar 2,7 kilometer dari Stasiun Bekasi Timur sebagai akses utama bagi komuter. Masyarakat bisa menempuh perjalanan menuju lokasi tersebut menggunakan kendaraan roda dua selama kurang lebih waktu sepuluh menit saja.
Stasiun Cikoko memiliki jaringan penghubung yang terintegrasi menuju sarana halte Bus Rapid Transit (BRT) secara langsung saat ini. Layanan LRT Jabodebek juga memiliki rute akses alternatif guna melanjutkan mobilitas warga hingga ke stasiun Kereta Cepat Whoosh.
Salah seorang pengguna bernama Uni memberikan ulasan pribadi mengenai fasilitas utama yang didapatkan pelanggan saat berada di stasiun. Kepuasan layanan menjadi faktor terpenting bagi masyarakat saat memutuskan untuk berpindah moda angkutan umum ke arah pusat Jakarta.
"Saya pikir kalau bicara tarif masih terjangkau. Tetapi yang utama pelayanan, keamanan, dan kenyamanan dalam bertransportasi dengan LRT Jabodebek yang utama," kata Uni.
Tarif maksimal pada jam sibuk dipatok sebesar Rp20.000 bagi pengguna yang bepergian menuju Jakarta. Sementara, pengelola juga memberlakukan harga paling tinggi senilai Rp10.000 untuk perjalanan di luar waktu tersebut.
Seluruh pelanggan diharapkan selalu mengutamakan aspek keselamatan bersama saat sistem pintu pada kereta api mulai tertutup rapat. Prioritas utama pemberian bangku tempat duduk ditujukan bagi kalangan penyandang disabilitas serta ibu hamil yang sedang dalam perjalanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....