PKP Benahi 152 Rumah di Menteng Tenggulun, Target Rampung Juni 2026
- 24 Apr 2026 20:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri PKP meninjau progres penataan permukiman padat di Menteng Tenggulun
- Renovasi mencakup 152 rumah, penataan jalan, dan fasilitas umum dengan target selesai 15 Juni 2026
- Program menggunakan konsep “Kampung Gotong Royong” tanpa menggunakan APBN
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau progres penataan permukiman padat penduduk di kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat. Proyek tersebut mencakup renovasi sebanyak 152 rumah tidak layak huni (RTLH) dan ditargetkan rampung pada 15 Juni 2026.
Ia menyebut kawasan tersebut sebelumnya berada dalam kondisi kumuh saat pertama kali ditinjau beberapa waktu lalu. Namun, saat ini sudah menunjukkan progres yang signifikan.
Penataan ini dilakukan melalui konsep ‘Kampung Gotong Royong’ yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam pembiayaan dan pengelolaan kawasan. Maruarar menyebut pendekatan ini mencakup perbaikan rumah warga, jalan lingkungan, serta fasilitas dasar secara menyeluruh tanpa memakai biaya APBN.
“kita namakan begini namanya kampung gotong royong. Kenapa? Untuk biayanya ini gotong royong, kemudian juga memanagenya juga gotong royong,” kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tersebut di Kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, Jumat, 24 April 2026.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan sumber daya manusia. Menteri yang akrab disapa Ara itu juga menekankan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam program tersebut melalui penguatan ekonomi.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengembangan UMKM setempat, baik dari sisi permodalan maupun pembinaan usaha dari pihak perbankan. Sebanyak 35 UMKM tercatat mendapatkan bantuan dalam program penataan kawasan ini.
“Ini bukan hanya membangun merenovasi fisiknya. Tetapi ekonomi keluarga juga dibina,” kata Menteri Ara.
Berdasarkan data lapangan, sebanyak 101 rumah saat ini masih dalam proses penanganan dari total 152 unit yang ditargetkan. Sementara itu, dua rumah telah selesai diperbaiki dan sisanya akan diselesaikan secara bertahap.
Ia menegaskan pengelolaan kawasan harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan kesepakatan bersama antara pemerintah dan warga. Program penataan kawasan permukiman ini juga akan dijadikan percontohan untuk diterapkan di kota besar lainnya di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....