TNI Pastikan Tak Terlibat dalam Penembakan Anak di Papua

  • 20 Apr 2026 19:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • TNI menegaskan bahwa personel TNI tidak terlibat dalam peristiwa penembakan seorang anak akibat luka tembak di Kampung Jigiunggi, Papua.
  • Pernyataan tersebut disampaikan untuk menepis kabar yang menyebut korban merupakan dampak kontak senjata antara TNI dan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

RRI.CO.ID, Jakarta - TNI menegaskan bahwa personel TNI tidak terlibat dalam peristiwa penembakan seorang anak akibat luka tembak di Kampung Jigiunggi, Papua. Pernyataan tersebut disampaikan untuk menepis kabar yang menyebut korban merupakan dampak kontak senjata antara TNI dan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Demikian disampaikan Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna dalam siaran pers resmi Koops Habema yang diterima, Senin 20 April 2026. “Tidak ada aktivitas prajurit TNI di Kampung Jigiunggi saat peristiwa penembakan terhadap anak tersebut,” ujar Wirya.

Menurut Wirya, pada Selasa (14/4) terjadi dua peristiwa penembakan berbeda di wilayah Papua. Peristiwa pertama terjadi di Kampung Kembru.

Berdasarkan laporan masyarakat, terdapat keberadaan kelompok bersenjata OPM di wilayah tersebut. Aparat kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Namun, saat tiba di lokasi, aparat disebut mendapat serangan tembakan dari kelompok bersenjata sehingga terjadi baku tembak. Dalam insiden tersebut, empat anggota OPM dilaporkan gugur.

Aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga terkait aktivitas kelompok bersenjata. Antara lain dua senjata rakitan, satu senapan angin, munisi kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm, selongsong peluru, busur dan anak panah.

Selain itu, ada juga berbagai senjata tajam seperti parang, kapak, pedang, dan pisau. Pada hari yang sama, aparat TNI menerima laporan dari Kepala Kampung Venius Walia mengenai seorang anak warga setempat yang meninggal akibat luka tembak.

TNI kemudian melakukan pengecekan dan memastikan adanya korban. Namun hingga kini penyebab pasti kejadian masih dalam proses pendalaman.

Wirya menegaskan, peristiwa penembakan yang menewaskan anak tersebut tidak melibatkan prajurit TNI. “TNI berkomitmen bertindak profesional, transparan, dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Pihak TNI memastikan proses pemeriksaan akan dilakukan secara terbuka. Guna menjamin keadilan atas peristiwa tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....