Suhu Kawah Slamet Naik, BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan

  • 20 Apr 2026 18:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPBD Banyumas meningkatkan kesiapsiagaan menyusul kenaikan suhu kawah Gunung Slamet
  • Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa waktu terakhir
  • Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Dwi Irawan Sukma memastikan pemantauan terus dilakukan

RRI.CO.ID, Banyumas - BPBD Banyumas meningkatkan kesiapsiagaan menyusul kenaikan suhu kawah Gunung Slamet. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Dwi Irawan Sukma memastikan pemantauan terus dilakukan. Kewaspadaan ditingkatkan meskipun wilayah selatan Banyumas masih tergolong relatif aman.

“Kami terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik, terutama kenaikan suhu kawah dan indikator lainnya,” kata Dwi, Senin, 20 April 2026.

Ia menegaskan kesiapsiagaan tetap diperkuat untuk mengantisipasi perubahan kondisi Gunung Slamet. Ia menjelaskan aktivitas Gunung Slamet sempat menurun sebelum kembali menunjukkan tren peningkatan.

Kenaikan suhu kawah menjadi salah satu indikator utama yang terus diamati. Data PVMBG menunjukkan suhu kawah meningkat dari 461 derajat menjadi 478 derajat Celcius.

Kenaikan tersebut terjadi setelah sempat mengalami penurunan dalam beberapa hari sebelumnya. Kondisi ini menjadi perhatian BPBD bersama instansi terkait untuk langkah antisipasi.

Koordinasi lintas wilayah dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi risiko. Rapat koordinasi direncanakan digelar di Purwokerto pada Kamis 23 April 2026.

Pertemuan melibatkan BPBD, Badan Geologi, serta wilayah sekitar Gunung Slamet. “Kami akan membahas langkah kesiapsiagaan jika terjadi peningkatan aktivitas signifikan,” ujarnya.

Fokus utama adalah memastikan respons cepat dan tepat dalam kondisi darurat. Wilayah Banyumas bagian selatan dinilai relatif aman dibanding lereng utara.

Namun masyarakat tetap diminta waspada dan mengikuti informasi resmi pemerintah. Sejumlah kecamatan seperti Baturraden, Sumbang, Kedungbanteng, dan Cilongok menjadi fokus pemantauan.

Kawasan tersebut merupakan wilayah terdekat dengan Gunung Slamet di Banyumas. Aktivitas wisata di Baturraden hingga kini masih dinilai aman dilakukan.

Lokasi wisata berada cukup jauh dari kawah puncak Gunung Slamet. Masyarakat diimbau tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Warga diminta mematuhi arahan pemerintah daerah dan instansi terkait. Selain itu, kesiapsiagaan mandiri perlu ditingkatkan termasuk memahami jalur evakuasi.

Langkah ini penting untuk menghadapi kemungkinan kondisi darurat sewaktu-waktu. “Kami berharap situasi segera membaik, namun kewaspadaan tetap harus dijaga,” ujarnya.

BPBD terus memantau perkembangan guna meminimalkan dampak bagi masyarakat. Sebelumnya, PVMBG memperluas batas aman dari dua menjadi tiga kilometer.

Kebijakan ini diambil seiring meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Slamet. Peningkatan aktivitas ditandai kenaikan suhu kawah secara signifikan dalam dua tahun terakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....