Waspada Erupsi Gunung Kelud, BPBD Jatim Minta Kesiapsiagaan
- 19 Apr 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Waspada Erupsi Gunung Kelud, BPBD Jatim Minta Kesiapsiagaan
- Waspada Erupsi Gunung Kelud
RRI.CO.ID, Kediri - Wilayah kabupaten dan kota di sekitar Gunung Kelud, Provinsi Jawa Timur, diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi. Hal ini mengingat gunung api aktif memiliki siklus letusan yang dapat terjadi dalam periode tertentu.
“Gunung Kelud itu salah satu dari gunung api aktif. Berada di Provinsi Jawa Timur,” ujar Ketua Tim Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur, Dadang Iqwandy, saat menghadiri halal bihalal Forum Jangkar Kelud di Kabupaten Kediri, Sabtu 18 April 2026 dikutip dari RRI Kediri, Minggu 19 April 2026.
Ia menjelaskan, dari 12 gunung di Jawa Timur, tujuh di antaranya masih aktif dan berpotensi mengalami erupsi, termasuk Gunung Kelud. “Berdasarkan history kejadian erupsi terakhir tahun 2014, beberapa kabupaten yang berada di lingkar Kelud memang harus membangun kesiapsiagaan terjadinya erupsi,” katanya.
Dalam penanggulangan bencana, Dadang menyebut adanya konsep pentahelix yang melibatkan lima unsur yakni pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. “Dari unsur masyarakat ini BPBD Provinsi Jatim sering beraktivitas melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB),” ucapnya.
Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mitigasi bencana karena memiliki potensi sumber daya yang besar. “Potensi yang dimiliki oleh masyarakat sangat besar sekali, maka pemerintah harus merangkul salah satu komponen pentahelix, yaitu masyarakat,” tuturnya.
Menanggapi Forum Jangkar Kelud, Dadang menyebut organisasi tersebut memiliki pengalaman panjang dalam kebencanaan. “Jangkar Kelud lebih tua dari BPBD, bahkan ketika erupsi 2014 sudah diurusi oleh Jangkar Kelud,” ujarnya.
Selain itu, BPBD Jawa Timur juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau 2026. “Penyebab kebakaran hutan dan lahan sebagian besar adalah manusia, sehingga perlu dukungan semua pihak agar tidak memicu kebakaran,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....