Semeru Erupsi Sabtu Malam, Luncurkan Awan Panas Sejauh 2,5 Km

  • 12 Apr 2026 06:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gunung Semeru Jatim mengalami erupsi disertai guguran awan panas sejauh 2,5 kilometer ke arah tenggara.
  • Warga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

RRI.CO.ID, Lumajang - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat pada Sabtu 11 April 2026, malam. Gunung yang berada di perbatasan Lumajang dan Malang, Jatim itu erupsi disertai guguran awan panas sejauh 2,5 kilometer ke arah tenggara.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis menyebutkan erupsi terjadi pada pukul 20.47 WIB. Adapun tinggi kolom letusan sekitar 1.500 meter di atas puncak atau 5.176 meter di atas permukaan laut.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 241 detik,” ujarnya.

Letusan tersebut juga disertai guguran awan panas dengan jarak luncur 2.500 meter mengarah ke tenggara atau menuju Besuk Kobokan. Meski demikian, jarak luncur itu masih berada di zona merah sehingga dinilai aman dari permukiman warga.

Sepanjang Sabtu, petugas mencatat Gunung Semeru mengalami 11 kali erupsi dengan tinggi letusan berkisar 600 - 1.500 meter di atas puncak. Erupsi pertama terjadi pukul 00.14 WIB, sementara erupsi ke-11 pada pukul 20.47 WIB menjadi yang disertai guguran awan panas.

Saat ini, aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.

Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak. Karena masih rawan lontaran batu pijar.

Warga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung ke aliran tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....