Banjir di OKU Rendam 1.277 Rumah, 5.295 Warga Terdampak
- 18 Apr 2026 19:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPBD Kabupaten Ogan Komering Ulu mencatat sebanyak 1.277 rumah warga terdampak bencana banjir akibat curah hujan tinggi yang memicu meluapnya Sungai Ogan, Jumat 17 April 2026 malam.
- Berdasarkan pendataan terakhir, 1.277 rumah terendam banjir dengan korban terdampak mencapai 5.295 jiwa.
RRI.CO.ID, Baturaja - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mencatat sebanyak 1.277 rumah warga terdampak bencana banjir. Ini akibat curah hujan tinggi yang memicu meluapnya Sungai Ogan pada Jumat 17 April 2026 malam.
Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, mengatakan, total warga terdampak mencapai 5.295 jiwa. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Berdasarkan pendataan terakhir, 1.277 rumah terendam banjir dengan korban terdampak mencapai 5.295 jiwa. Untuk korban jiwa tidak ada,” ujarnya di Baturaja, Sabtu 18 April 2026.
Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatra Selatan, antara lain Desa Terusan, Tanjung Baru, Tanjung Kemala. Kemudian, Lubuk Batang Lama, Gunung Meraksa, Kepayang, Belimbing, Lubuk Kemiling, Kedaton, Kampai, Suka Pindah, Desa Bunglai, Kelurahan Pasar Baru, Baturaja Lama, Kemalaraja, dan Tanjung Agung.
Ketinggian air tercatat berkisar antara 30 sentimeter hingga 1 meter. Hingga Sabtu sore, genangan air di sebagian wilayah mulai berangsur surut dan aktivitas masyarakat perlahan kembali normal.
Namun, beberapa desa di Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya masih tergenang. Yakni, Desa Bunglai, Kedaton, Kampai, Lubuk Kemiling, dan Desa Suka Pindah.
“Banjir di desa-desa ini cukup parah dengan jumlah rumah warga terdampak mencapai 579 unit,” ujarnya. BPBD OKU masih menyiagakan personel di lokasi banjir untuk membantu mobilitas warga menggunakan satu unit perahu karet.
“Hingga saat ini personel kami masih berada di lapangan untuk membantu mobilitas warga agar tetap dapat beraktivitas di tengah banjir,” kata Januar. Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.
BPBD terus memantau debit Sungai Ogan untuk memastikan peringatan dini dapat segera disampaikan jika terjadi peningkatan.“Kami mengintensifkan pemantauan debit sungai agar potensi banjir susulan bisa diantisipasi bersama,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....