Akses Konektivitas Sumatra Pulih, PU Percepat Pemulihan Pascabencana

  • 17 Apr 2026 13:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penanganan jalan daerah mencapai 94 persen dan jembatan 67 persen dari total terdampak
  • Sebanyak 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan telah kembali berfungsi penuh pascabencana Sumatra

RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan mayoritas akses konektivitas di wilayah terdampak bencana di Sumatra telah kembali berfungsi. Kondisi ini mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di daerah terdampak.

Berdasarkan data Kementerian PU, sebanyak 107 ruas jalan nasional terdampak telah kembali fungsional. Selain itu, sebanyak 43 unit jembatan nasional juga telah beroperasi secara penuh.

Pada jaringan jalan daerah, penanganan telah menjangkau 2.277 ruas dari total 2.421 ruas terdampak. Sementara itu, 792 jembatan dari total 1.181 unit juga telah kembali difungsikan.

Secara wilayah, pemulihan konektivitas menunjukkan capaian signifikan di sejumlah provinsi terdampak. Di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, seluruh jalan dan jembatan nasional telah kembali dapat dilalui.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana. Menurutnya, akses yang terbuka menjadi kunci kelancaran aktivitas masyarakat.

“Dalam kondisi bencana, paling utama memastikan akses tetap terbuka agar penanganan darurat, distribusi bantuan, dan mobilitas warga dapat berjalan. Kementerian PU hadir untuk memastikan konektivitas itu segera pulih,” kata Menteri Dody melalui keterangan tertulis, Jumat, 17 April 2026.

Untuk mempercepat pemulihan di lapangan, Kementerian PU membangun jembatan darurat di sejumlah titik terdampak. Hingga pertengahan April 2026, sebanyak 36 unit jembatan Bailey telah terpasang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Jembatan darurat tersebut menjadi solusi cepat untuk membuka kembali akses yang sempat terputus akibat bencana. Langkah ini juga mendukung kelancaran distribusi bantuan serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam jangka menengah, pemerintah memperkuat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur melalui peningkatan anggaran. Termasuk anggaran sektor Bina Marga meningkat dari Rp14,29 triliun menjadi Rp21,90 triliun.

Upaya ini difokuskan untuk penanganan longsoran serta rehabilitasi dan rekonstruksi ruas jalan nasional maupun jalan daerah di wilayah terdampak. Pendekatan pembangunan dilakukan dengan prinsip build back better.

Langkah ini tidak hanya memulihkan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan ketahanan terhadap risiko bencana di masa mendatang. “Kita tidak hanya memperbaiki, tapi membangun kembali dengan standar yang lebih kuat agar ke depan lebih tahan terhadap bencana,” ucapnya.

Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait dalam penanganan bencana. Termasuk dalam proses identifikasi, verifikasi, serta penentuan prioritas penanganan di lapangan.

Pemerintah optimistis pemulihan konektivitas di wilayah terdampak dapat segera tuntas. Hal ini diharapkan mampu mendorong percepatan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....