BNPB dan Swasta Bangun Huntap Korban Banjir Bireuen Aceh

  • 16 Apr 2026 18:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah bersama BNPB dan pihak swasta mulai membangun hunian tetap bagi penyintas banjir di Bireuen, Aceh
  • Pembangunan ini menjadi langkah konkret percepatan pemulihan pascabencana di sejumlah desa terdampak
  • BNPB membangun unit huntap dengan progres bervariasi mulai dari pondasi hingga pemasangan dinding

RRI.CO.ID, Bieruen - Pemerintah bersama BNPB dan pihak swasta mulai membangun hunian tetap bagi penyintas banjir di Bireuen, Aceh. Pembangunan ini menjadi langkah konkret percepatan pemulihan pascabencana di sejumlah desa terdampak.

"Pembangunan huntap tahap pertama dilakukan bertahap oleh BNPB dan pihak swasta yang berkomitmen membantu," kata Juru Bicara Pemkab Bireuen Muhajir Juli, Kamis, 16 April 2026. Ia menyebut pembangunan tersebar di beberapa kecamatan terdampak.

Di antaranya Desa Kuala Ceurape, Bugeng, Alue Bayeu Utang, Kapa, Balee Panah, dan Paya Cut. BNPB membangun unit huntap dengan progres bervariasi mulai dari pondasi hingga pemasangan dinding.

Sebanyak 20 unit dibangun di Kuala Ceurape dengan progres pembangunan yang terus berjalan. Selain itu, sepuluh unit di Bugeng, satu unit di Alue Bayeu Utang, dan lainnya di lokasi berbeda.

Terdapat juga 17 unit di Balee Panah serta dua unit relokasi di Alue Kuta dan Desa Kapa. Sementara itu, pihak swasta turut berkontribusi dalam pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.

PT Blang Keutumba membangun 60 unit huntap di sejumlah desa di wilayah Bireuen. Lokasinya mencakup Balee Panah, Teupin Mane, Simpang Jaya, Alue Limeng, dan Salah Sirong.

Selain itu, beberapa unit juga dibangun di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng. DT Peduli turut membangun 45 unit huntap di Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka.

PT Takabeya Perkasa Group juga berpartisipasi dengan membangun tujuh unit di Kecamatan Gandapura. Total pembangunan huntap yang berjalan dan direncanakan mencapai 152 unit di Kabupaten Bireuen.

Muhajir berharap pembangunan tahap pertama dapat berjalan lancar sesuai rencana. Ia menegaskan huntap diperuntukkan bagi warga dengan rumah rusak berat atau hilang.

"Mudah-mudahan penyintas segera menempati rumahnya setelah proses verifikasi tahap pertama selesai," ucapnya. Upaya ini diharapkan mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana banjir di Bireuen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....