Pemerintah Alokasikan Minimal 21.000 Bedah Rumah di Tanah Papua
- 15 Apr 2026 19:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri PKP mengalokasikan minimal 21.000 program bedah rumah di enam provinsi Papua
- Program dilaksanakan serentak di 42 kabupaten/kota mulai 27 April 2026
RRI.CO.ID, Jakarta — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengalokasikan minimal 21.000 program bedah rumah di Tanah Papua. Program ini akan dilaksanakan serentak di enam provinsi dan 42 kabupaten/kota pada Senin, 27 April 2026 mendatang.
Maruarar mengatakan pelaksanaan program dipusatkan di Kota Sorong dan menjadi bagian dari upaya pemerintah menangani rumah tidak layak huni. Menurutnya program ini juga dirancang sebagai langkah masif untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat di Papua.
“Ada program bedah rumah minimal 21.000 untuk kabupaten/kota di Papua, ada 6 provinsi, ada 42 kabupaten kota. Minimal 500 per kabupaten/kota,” ujar Menteri Ara usai rapat bersama Menteri Dalam Negeri, Kepala BPS, dan enam Gubernur Provinsi di Papua, di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Rabu, 15 April 2026.
Selain program bedah rumah, pemerintah juga menyiapkan dukungan kebijakan lain di sektor perumahan. Program tersebut meliputi KUR perumahan bagi UMKM serta penyediaan rumah subsidi.
“Tadi yang pertama adalah Bedah Rumah Rakyat yang tidak layak huni minimal 21.000. Yang kedua, KUR Perumahan bagi UMKM, itu akan serentak dibuat di 6 provinsi, yang ketiga juga adalah Rumah Subsidi,” katanya.
Menteri Ara menegaskan seluruh program tersebut merupakan bagian dari kebijakan pro rakyat dari pemerintah. Ia berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan hunian di Papua.
Ia menambahkan pelaksanaan program dilakukan berbasis data agar tepat sasaran. Pemerintah memanfaatkan data statistik untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Sehingga nanti program-program negara berdasarkan keadilan dan juga data yang berdasarkan penelitian. Sehingga kita bisa membuat sesuatu yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjalankan program tersebut. Ia menilai alokasi 21.000 unit bedah rumah merupakan kebijakan besar yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Papua.
“Sebenarnya belum pernah ada program sedemikian masif. Bayangkan ya, 21.000 bedah rumah se-papua, minimal, belum lagi tambahan,” kata Tito.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....