Diskusi Redaksional RRI Bahas Makna Tri Prasetya dan Patriotisme Pegawai

  • 15 Apr 2026 13:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Setyo Hajar Dewantoro menegaskan bahwa bekerja di RRI bukan sekadar mencari nafkah, melainkan mengemban misi patriotik dan semangat pengabdian untuk menyelamatkan serta membela kepentingan negara.
  • Meski menghadapi tantangan materialisme, nilai-nilai dalam Piagam 11 September 1945 tetap dijunjung tinggi oleh pegawai sebagai dasar dalam memberikan informasi, edukasi, dan hiburan yang layak bagi bangsa.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pusat Pemberitaan RRI menggelar Diskusi Redaksional yang membahas Piagam 11 September 1945 atau Tri Prasetya RRI. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Umum Pusaka Indonesia, Setyo Hajar Dewantoro, sebagai narasumber utama, Rabu 15 April 2026.

Dalam pemaparannya, Setyo menegaskan bahwa RRI bukan sekadar lembaga tempat bekerja untuk mencari penghasilan. Ia menyebut, sejak awal berdirinya, RRI memiliki peran sebagai lembaga perjuangan dengan misi menyelamatkan negara.

Menurutnya, bekerja di RRI memang wajar mendapatkan imbalan secara materi. Namun, hal itu tidak boleh menghilangkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Setyo kemudian mengajak peserta diskusi untuk merenungkan makna bekerja di RRI. Ia mempertanyakan apakah pegawai cukup bekerja demi bertahan hidup atau turut mengemban misi patriotik.

Ia juga menyoroti tantangan di era modern, di mana nilai patriotisme dinilai semakin sulit dipahami. Pengaruh materialisme disebut membuat nilai ideal seperti pengabdian dan kepahlawanan kian memudar.

Salah satu pegawai RRI yang ikut berdiskusi menyampaikan pandangannya. “Kalau melihat tadi di Piagam 11 September 1945, kita memang berbeda, tidak hanya cukup mencari nafkah, tapi kita punya misi demi bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurutnya, peran RRI dalam memberikan informasi, edukasi, dan hiburan yang layak menjadi bagian dari misi tersebut. Karena itu, kepentingan negara harus tetap menjadi perhatian utama dalam bekerja.

“Salah satunya diantaranya itu untuk memberikan informasi, edukasi, setelah hiburan yang layak. Memang kita berbeda, tidak hanya mencari nafkah saja tetapi harus memperhatikan kepentingan bangsa dan negara,” katanya.

Pendapat serupa juga disampaikan pegawai muda RRI yang hadir dalam forum tersebut. Ia menegaskan bahwa nilai patriotisme tetap relevan dan harus dijunjung tinggi.

Ia menambahkan, sebagai pegawai RRI, sudah ada komitmen yang diikrarkan sejak awal untuk mengabdi kepada negara. Hal itu menjadi dasar penting dalam menjalankan tugas sehari-hari.

“Seharusnya tetap bersikap patriotisme demi kepentingan bangsa dan negara. Karena memang pertama sudah diatur dalam Undang-Undang, dan kedua juga sudah mengucapkan sumpah ASN,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Setyo menyimpulkan bahwa mayoritas peserta memahami bekerja di RRI bukan sekadar mencari penghasilan. Lebih dari itu, RRI menjadi wadah untuk mengembangkan jiwa patriotisme.

Diskusi kemudian berlanjut pada peran RRI dalam menyebarkan nilai-nilai keindonesiaan. Setyo menekankan pentingnya program RRI yang tidak hanya informatif, tetapi juga berdampak bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....