Pertamina Diminta Tambah Pasokan Elpiji 3 Kg di Lombok Timur
- 13 Apr 2026 22:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, NTB membantah isu kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi.
- Pemkab mengingatkan agen agar tidak mengurangi jatah pangkalan dan tetap menyalurkan sesuai peruntukan.
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, NTB membantah isu kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi. di tengah isu kelangkaan yang beredar di masyarakat. Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menegaskan, bahwa isu kelangkaan elpiji 3 kg sebenarnya tidak benar.
Ia menyebut, informasi yang berkembang sempat memicu masyarakat di wilayahnya membeli gas secara berlebihan. Sehingga pasokan di lapangan menjadi sulit diperoleh.
“Padahal isu kelangkaan tabung gas elpiji bersubsidi tersebut tidak benar adanya,” ujar Haerul Warisin, Senin 13 April 2026. Ia lantas meminta Pertamina mengambil langkah cepat untuk mencegah aksi panic buying tabung gas elpiji 3 Kg.
Pemkab Lombok Timur mengakui kesulitan distribusi dipicu berbagai faktor. Salah satunya penggunaan elpiji 3 kg yang tidak sesuai peruntukan.
Tim Satgas Elpiji menemukan sejumlah pelaku usaha, termasuk pengusaha ayam, memanfaatkan gas bersubsidi tersebut. “Sudah jelas dicetak pada tabung bahwa gas tersebut untuk masyarakat miskin,” kata Haerul.
Ia juga menilai pertumbuhan ekonomi Lombok Timur yang menjadi tertinggi kedua di NTB pada 2025 turut meningkatkan daya beli masyarakat. Sehingga penggunaan elpiji 3 kg semakin meluas.
Untuk meredam kepanikan warga, Pemkab Lombok Timur meminta Pertamina melakukan super ekstra dropping atau penambahan penyaluran elpiji 3 kg. Namun, tetap disertai pengawasan ketat oleh satgas.
Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah daerah akan mengusulkan penggunaan data desil dalam pendistribusian elpiji bersubsidi agar tepat sasaran bagi masyarakat miskin. “Ini salah satu upaya untuk menyelesaikan distribusi yang tidak tepat,” katanya.
Pemkab juga mengingatkan agen agar tidak mengurangi jatah pangkalan dan tetap menyalurkan sesuai peruntukan. Sembari memperkuat koordinasi dengan Sales Branch Manager (SBM) Rayon 1 NTB Pertamina Patra Niaga.
Sales Branch Manager Rayon 1 NTB Pertamina Patra Niaga Tommy Wisnu Ramdan menyatakan usulan tambahan pasokan akan dilaporkan ke pusat. Ia memastikan penyaluran elpiji di Lombok Timur sebenarnya telah meningkat.
“Mulai 1–14 April, penyaluran reguler maupun fluktuatif mencapai 40.556 tabung per hari. Artinya sudah ada penambahan 5.000–6.000 tabung per hari,” ujarnya.
Salah seorang agen elpiji, Reza, mengungkapkan pangkalan telah diminta mengimbau masyarakat agar membeli maksimal satu tabung. Namun, tren pembelian masih tinggi karena masyarakat membeli sekaligus tabung dan isi ulang.
Ia menambahkan, tambahan penyaluran yang dilakukan sudah melebihi alokasi normal, namun agen tetap diminta menjual sesuai harga eceran tertinggi (HET). Di lapangan, sekitar 1.000 kandang ayam dan sejumlah mitra Dapur MBG juga ditemukan menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....