Lebaran Betawi Dipadati Warga, Ketum Bamus: Esensi Utamanya Silaturrahmi

  • 12 Apr 2026 15:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rubuan masyarakat antusias menghadiri puncak perayaan Lebaran Betawi 2026 di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu 12 April 2026.
  • Ketum Bamus Betawi Riano P Ahmad menekankan bahwa Lebaran Betawi merupakan wadah untuk menyatukan silaturahmi antar warga Betawi dengan seluruh warga di Jakarta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Puncak perayaan Lebaran Betawi 2026 di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, dipadati ribuan warga dan pengunjung pada Minggu 12 April 2026. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hingga siang hari untuk menyaksikan rangkaian acara budaya khas Betawi.

Dalam kesempatan ini, pengunjung disuguhkan beragam atraksi budaya khas Betawi. Seperti Hantaran, Palang Pintu, hingga Topeng Blantek yang menampilkan cerita kerakyatan.

Kemeriahan semakin terasa saat pengunjung disuguhi pawai ondel-ondel yang dipadukan dengan tradisi sorokan. Seluruh rangkaian kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Musyawarah (Bamus) Betawi.

Ketua Umum Bamus Betawi, H. Riano P Ahmad, mengatakan, acara tahunan ini menjadi momen penting dalam menjaga silaturahmi antar warga Betawi. Sekaligus juga upaya pelestarian budaya Betawi dengan menghadirkan berbagai kegiatan religius budaya dan hiburan rakyat.

Karenanya, Riano menegaskan, bahwa Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan seremonial tahunan. Lebaran Betawi merupakan wadah untuk menyatukan silaturahmi antar warga Betawi dengan seluruh warga yang ada di Jakarta.

"Jadi, dari seluruh rangkaian Lebaran Betawi ini esensi utamanya adalah silaturrahmi," kata Riano di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu 12 April 2026. Menurutnya, tradisi menjaga dan mempererat silaturahmi merupakan kearifan lokal Betawi yang telah diwariskan turun-temurun.

Nilai tersebut, kata Riano, juga tercermin melalui simbol penghormatan antara generasi tua dan muda. Salah satunya melalui prosesi simbolis para wali kota dan bupati yang membawa hantaran untuk Gubernur DKI Jakarta.

Selain pertunjukan budaya, pada Lebaran Betawi kali ini pengunjung juga disuguhi sajian kuliner khas Betawi, pentas Topeng Blantek. Hingga hiburan layar tancap yang digelar kemarin malam.

"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa sekali. Bahkan semalam hujan deras bukannya bubar malah masyarakat jadi makin rame," ucap Riano yang juga Anggota DPRD DKI itu.

Riano juga mengungkapkan, banyak pengunjung datang dari luar kota untuk menyaksikan langsung Lebaran Betawi. Di antaranya dari Tegal dan Yogyakarta.

"Beberapa tadi kita cek, ternyata ada juga pengunjung dari luar kota yang juga ikut hadir, ada dari Tegal dan Jogja. Mereka khusus hadir untuk menyaksikan dan ingin mengatahui Lebaran Betawi di Jakarta," ujar Riano.

Acara yang menjadi kalender rutin tahunan Pemprov DKI dan Bamus Betawi ini terus didorong sebagai upaya pelestarian dan pengembangan budaya Betawi. "Karena budaya utama di kota Jakarta adalah budaya Betawi, kita mendorong agar budaya Betawi ini semakin kuat lagi ke depan," katanya.

Adapun uncak rangkaian perayaan Lebaran Betawi 2026 dijadwalkan akan ditutup pada malam hari. "Puncak acaranya nanti malam, akan ditutup dengan band beang kerok," kata Riano.

Diketahui, Lebaran Betawi tahun ini mengusung tema “Lebaran Betawi untuk Jakarta, Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global.” Tema tersebut menegaskan bahwa identitas budaya tetap menjadi pondasi kuat di tengah kemajuan Jakarta sebagai kota global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....