Ketum Bamus Bicara Pentingnya Lebaran Betawi Sebagai Identitas Budaya di Jakarta

  • 12 Apr 2026 01:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lebaran Betawi pada momen Hari Raya Idulfitri dinilai memiliki makna tersendiri dalam upaya menjaga tradisi sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Betawi di Jakarta.
  • Ketum Bamus Betawi menyebut salah satu tradisi utama Lebaran Betawi adalah hantaran atau nyorog.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum (Ketum) Bamus Betawi, H.Riano P Ahmad, menekankan pentingnya perayaan Lebaran Betawi yang rutin digelar pada momen Hari Raya Idulfitri. Menurutnya, Lebaran Betawi memiliki makna tersendiri dalam menjaga tradisi sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Betawi di Jakarta.

Menurut Riano, kegiatan Lebaran Betawi bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang silaturahmi dan wujud kearifan lokal masyarakat Betawi. Yakni, setelah masyarakat menjalankan ibadah puasa Ramadan dan merayakan Idulfitri.

Hal ini disampaikan Riano di sela-sela acara Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu 11 April 2026. “Ini kegiatan rutin Pemprov DKI bersama Bamus Betawi setiap tahun, perayaan Lebaran Betawi tahun ini telah memasuki tahun ke-18," katanya.

"Tentunya dalam setiap kegiatan Lebaran Betawi itu yang pertama adalah saling silaturahmi, sebuah kearifan lokal di masyarakat Betawi. Setelah sebulan penuh berpuasa, berlebaran, dan juga melakukan hantaran,” ujar Riano.

Ia menjelaskan, salah satu tradisi utama Lebaran Betawi adalah hantaran atau nyorog. Yakni, pemberian bingkisan dari anak kepada orang tua sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang.

Menurutnya, tradisi hantaran ini memiliki makna simbolis dalam kehidupan sosial masyarakat Betawi. “Tradisi utama Lebaran Betawi itu hantaran atau nyorog, memberikan hantaran dari anak kepada orang tuanya, seperti dari Wali Kota kepada Gubernurnya," ucapnya.

"Jadi, itu adalah acara tradisi utamanya, dan juga di samping itu menampilkan atraksi budaya kebanggaan Betawi, kuliner. Serta berbagai acara lain yang tidak kalah menarik,” kata Riano.

Lebih jauh, ia menilai Lebaran Betawi memiliki peran strategis dalam mendukung Jakarta menuju kota global. Riano menyinggung amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang menegaskan budaya Betawi sebagai budaya utama Jakarta, berdampingan dengan budaya lainnya.

“Menuju kota global, salah satu kriteria adalah identitas budaya. Jakarta sebagai ibu kota tentu harus mampu menampilkan budaya khas masyarakatnya,” ujar Riano yang juga anggota DPRD DKI Jakarta itu.

Ia pun mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif tidak hanya melestarikan. Tetapi juga mengembangkan budaya Betawi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Perlu perhatian khusus agar budaya Betawi tetap menjadi identitas utama Jakarta dan mampu bersaing dengan budaya lain di tengah arus globalisasi. Saya menyambut baik Gubernur Pramono yang sangat peduli terhadap kebudayaan Betawi,” ujar Legislator DPRD DKI tiga periode itu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....