Ketum Bamus Betawi Ajak Abang-Mpok Ramaikan Lebaran Betawi 10-12 April

  • 05 Apr 2026 17:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketum Bamus Betawi, H.Riano P Ahmad mengajak masyarakat Betawi dan warga Jakarta untuk menghadiri perhelatan Lebaran Betawi 2026.
  • Tahun ini, Lebaran Betawi akan digelar selama tiga hari pada 10–12 April 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum (Ketum) Bamus Betawi, H.Riano P Ahmad mengajak masyarakat Betawi dan warga Jakarta untuk menghadiri perhelatan Lebaran Betawi 2026. Tahun ini, Lebaran Betawi akan digelar selama tiga hari pada 10–12 April 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Riano mengatakan, Lebaran Betawi merupakan agenda rutin tahunan Pemprov DKI bersama Bamus Betawi dan Majelis Kaum Betawi. Hal ini sebagai wujud pelestarian adat istiadat sekaligus ajang silaturahmi antara warga Betawi dan masyarakat luas di Jakarta.

Menurutnya, perayaan tahun ini mengangkat tema yang strategis dan fundamental, dengan konsep penyelenggaraan yang selalu berbeda setiap tahun. Tujuannya, agar tetap menarik dan relevan bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, Lebaran Betawi 2026 ini merupakan penyelenggaraan yang ke-18. Kami mengajak Abang dan Mpok serta seluruh warga untuk meramaikan dan memeriahkan acara ini,” ujar Riano, Jakarta, Minggu 5 April 2026.

Ia lantas menutup ajakan tersebut dengan pantun khas Betawi. “Dari Buaran ke Ciawi, Jangan Lupa Datang ke Lebaran Betawi,” ucap Riano yang juga Anggota DPRD DKI itu.

Diketahui, Lebaran Betawi dikenal sebagai festival budaya tahunan yang menampilkan ragam kesenian, kuliner, dan tradisi khas Betawi. Serta menjadi ajang silaturahmi akbar dan ruang kebersamaan lintas komunitas di Ibu Kota Jakarta.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan, Lebaran Betawi merupakan tradisi kebudayaan Betawi selaku tuan rumah di Jakarta. Diharapkan, kegiatan ini menjadi wadah untuk terus mempererat silaturahmi seluruh warga Jakarta.

“Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan, mempererat kebersamaan. Serta melestarikan nilai-nilai budaya Betawi sebagai identitas Jakarta,” kata Uus Kuswanto di Jakarta, Sabtu, 4 April 2026.

Pesta rakyat tahun ini mengusung tema penguatan persatuan dalam merawat tradisi luhur menuju Jakarta sebagai kota global. Masyarakat umum akan mendapat suguhan berbagai atraksi kesenian tradisional dan beragam hiburan inklusif selama tiga hari penuh nantinya.

Tradisi perhelatan tersebut sudah terlaksana secara rutin sejak 2008 dan kini memasuki tahun penyelenggaraan yang ke-18. Lokasi Lapangan Banteng sengaja terpilih karena memiliki nilai sejarah tersendiri serta merupakan ikon ruang publik di Jakarta.

Acara syukuran pada Jumat, 10 April 2026 diisi kegiatan doa bersama mulai jam 18.30 Waktu Indonesia Barat (WIB). Panitia juga menyiapkan sesi pengajian serta tausiah sebagai pembuka seluruh rangkaian perayaan hari besar bagi kaum Betawi.

Atraksi ondel-ondel hingga pertunjukan silat dapat warga saksikan sepanjang Sabtu, 11 April 2026 mulai jam delapan pagi. Kesenian lenong Betawi akan tampil menghibur masyarakat sekaligus menutup seluruh agenda silaturahmi akbar hari tersebut hingga tengah malam.

Hari Minggu, 12 April 2026 dimeriahkan acara senam pagi bersama dilanjutkan karnaval budaya serta prosesi hantaran oleh peserta. Panitia menghadirkan aneka kuliner Betawi yang lezat sebagai suguhan istimewa untuk seluruh pengunjung dalam mengakhiri rangkaian kemeriahan Lebaran.

Penyelenggara menargetkan kehadiran sekitar 20.000 pengunjung yang berasal dari warga umum. Serta turis mancanegara untuk menghadiri acara tahunan.

Produk lokal UMKM dipasarkan lewat bazar sehingga pertumbuhan ekonomi Jakarta ikut terangkat berkat antusiasme tinggi dari para peserta. “Kami mengundang seluruh masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk hadir dan meramaikan Lebaran Betawi 2026,” ujar Uus.

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi Fauzi Bowo menjelaskan perihal pelestarian warisan tradisi leluhur bagi warga Jakarta sekarang. Momentum Lebaran dimanfaatkan untuk menjaga marwah kaum Betawi dengan memperkuat persaudaraan sesama anak bangsa melalui kunjungan kekeluargaan.

“Tradisi ini sejak dulu menjaga ikatan kekeluargaan, persaudaraan, dan persatuan kaum Betawi. Salah satu tugas kami adalah menjaga marwah tersebut,” kata Foke.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....