Dody Tinjau Pembangunan Sumur Bor di Nganjuk untuk Dukung Swasembada Pangan
- 11 Apr 2026 20:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pembangunan sumur bor di Nganjuk dilakukan untuk mendukung pertanian dan mengantisipasi kemarau 2026
- Sumur bor ditargetkan memenuhi kebutuhan air 233 KK dan mengairi hingga 120 hektare lahan
- Pemerintah juga menyiapkan irigasi tersier dan rencana pembangunan SPAM
RRI.CO.ID, Nganjuk — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan sumur bor di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 11 April 2026. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air guna mendukung swasembada pangan nasional serta mengantisipasi potensi musim kemarau pada 2026.
Dody mengatakan ketersediaan air menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas pertanian dan kebutuhan masyarakat sehari-hari. “Kemarin saya berkunjung ke sini, Pak Kepala Desa mengeluh karena wilayah ini tandus, kekurangan air, dan sawahnya masih tadah hujan,” ujar Menteri Dody dalam keterangan tertulis Sabtu, 11 April 2026.
Ia menegaskan ketersediaan air menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Sebab itu, pemerintah mendorong percepatan pembangunan sumur bor dalam melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
Saat ini, pembangunan sumur bor telah dimulai di dua titik, salah satunya di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Ngetos. Proses pengeboran ditargetkan segera menghasilkan air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan petani.
“Kita sudah mulai melakukan pengeboran. Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan air bersih sudah bisa keluar dan dimanfaatkan, tidak hanya untuk sawah, tetapi juga untuk masyarakat,” katanya.
Berdasarkan hasil survei geolistrik, potensi air tanah berada pada kedalaman sekitar 130 hingga 150 meter. Debit air diperkirakan mencapai 2 hingga 5 liter per detik yang masuk dalam sistem air tanah CAT Brantas.
Pembangunan sumur bor ini ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan air bagi 233 kepala keluarga atau sekitar 780 jiwa. Selain itu, layanan irigasi juga berpotensi menjangkau hingga 120 hektare lahan pertanian.
Menteri Dody juga menekankan pentingnya distribusi air yang efisien melalui pembangunan jaringan irigasi tersier. Menurutnya langkah ini dilakukan agar pemanfaatan air dapat lebih optimal di lahan pertanian.
“Air yang dialirkan ke sawah harus dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Akan kita bangun juga saluran tersier agar distribusinya lebih optimal,” ujarnya.
Selain sumur bor, Kementerian PU juga merencanakan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah tersebut. Program ini diharapkan mampu meningkatkan akses air bersih sekaligus kualitas hidup masyarakat.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap ketersediaan air dapat terjaga sepanjang tahun. Hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam hingga dua sampai tiga kali dalam setahun, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....