Program MBG Dongkrak Penjualan Jeruk di Pasar Gede Solo

  • 10 Apr 2026 19:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penjualan Jeruk di Pasar Gede Solo
  • Program MBG Dongkrak Penjualan Jeruk di Pasar Gede Solo

RRI.CO.ID, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif bagi pedagang buah di Pasar Gede Hardjonagoro, Solo, Jawa Tengah. Salah satunya dirasakan oleh Jeffri Sembiring yang mampu meningkatkan volume penjualan jeruk secara signifikan.

Jeffri mengaku kini dapat menjual hingga tujuh ton jeruk dalam sehari sejak adanya program tersebut. “Pas musim MBG tujuh ton sehari. Sebelum MBG biasanya tujuh ton itu dua hari,” kata Jeffri saat diwawancara di Solo.

Ia menjelaskan dirinya memang fokus berjualan jeruk dengan berbagai jenis sesuai musim. Saat ini, ia menyediakan Jeruk Berastagi yang sedang banyak diminati pembeli.

Jeffri juga menyesuaikan jenis dagangan dengan ketersediaan pasokan dari daerah lain. “Pas musim (jeruk) Malang, nanti jual Jeruk Malang juga,” ujarnya.

Menurutnya, program MBG tidak hanya meningkatkan penjualan pedagang, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan petani. Ia menilai harga buah menjadi lebih baik sejak program tersebut berjalan.

Jeffri mengaku senang dengan kondisi tersebut dan berharap program MBG dapat terus berlanjut. “Banyak yang kebantu. Contohnya kayak pedagang ini, harga jualnya makin tinggi,” katanya.

Dampak serupa juga dirasakan oleh pedagang lain di pasar tersebut. Usman, pedagang buah lokal dan impor, mengaku mengalami peningkatan permintaan sejak adanya MBG.

Usman menyebut dirinya saat ini melayani kebutuhan buah untuk sejumlah dapur MBG di Solo. “Kita melayani sepuluh dapur,” ujar Usman saat diwawancara.

Ia menjelaskan buah lokal yang paling sering dibeli oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) adalah jeruk dan salak. Sementara untuk buah impor, kelengkeng, apel Fuji, dan jeruk kecil menjadi yang paling diminati.

Menurut Usman, peningkatan permintaan membuat aktivitas penjualan di tokonya semakin ramai. “Alhamdulillah, selama ada MBG jadi lebih ramai lagi,” katanya.

Tidak hanya berdampak pada penjualan, program MBG juga membuka peluang kerja baru. Usman mengaku telah menambah jumlah pegawai di tokonya untuk memenuhi peningkatan permintaan.

“Sejak ada MBG, pegawai di toko sudah bertambah tujuh orang,” ujarnya. Hal ini menunjukkan efek berganda dari program tersebut terhadap perekonomian lokal.

Usman berharap program MBG dapat terus dilanjutkan ke depan. Ia menilai program ini penting untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

“Dilanjutkan saja. Untuk menambah gizi anak-anak,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....