Mentan: MBG Dorong Kesejahteraan Petani
- 08 Apr 2026 11:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mentan Andi Amran Sulaiman menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong kesejahteraan petani dan peternak
- Sekitar 160 juta petani dan peternak terlibat dalam pemenuhan kebutuhan pangan program MBG
- Program MBG berdampak langsung pada peningkatan pendapatan sektor pertanian
- Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2026 mencapai 125,45, tertinggi sepanjang sejarah
- Kenaikan NTP dipengaruhi peningkatan harga yang diterima petani lebih tinggi dari biaya produksi
- Cadangan beras nasional mencapai 4,6 juta ton, memperkuat dukungan program MBG
- Program MBG dinilai mampu menyerap hingga 1 juta tenaga kerja
- MBG juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di atas 1 persen
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan peternak. Program ini menjadi bagian dari penguatan sektor pangan nasional.
Ia mengatakan sekitar 160 juta petani dan peternak terlibat dalam memasok kebutuhan pangan MBG. Hal ini berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat di sektor pertanian.
“Sekitar 160 juta petani dan peternak kita mensuplai kebutuhan dapur MBG,” ucapnya dalam rilis resmi Kementan, Rabu, 8 April 2026. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan petani tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP), data BPS menunjukkan NTP Februari 2026 mencapai 125,45.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pencatatan resmi. NTP juga meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Ia menjelaskan kenaikan NTP dipengaruhi peningkatan harga yang diterima petani. Kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan petani.
Selain itu, pemerintah memastikan kesiapan pasokan pangan nasional. Cadangan beras saat ini mencapai 4,6 juta ton.
“Dengan stok yang kuat. Kita siap mendukung kebutuhan MBG di seluruh Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menilai program MBG juga berdampak besar terhadap perekonomian. Program ini dinilai mampu membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, MBG berpotensi menyerap hingga 1 juta tenaga kerja. Perhitungan ini mengacu pada pendekatan yang digunakan BPS.
“Kalau 1 persen pertumbuhan ekonomi bisa menyerap sekitar 450 ribu tenaga kerja. Maka dari MBG bisa lebih dari itu,” ucapnya dalam diskusi di Jakarta, Selasa 7 April 2026.
Namun demikian, ia mengingatkan sebagian tenaga kerja bisa berasal dari perpindahan sektor. Artinya, dampak bersih tidak sepenuhnya berasal dari penciptaan lapangan kerja baru.
Meski begitu, ia menilai kontribusi program ini tetap signifikan. Dampak bersih terhadap pertumbuhan ekonomi diperkirakan di atas 1 persen jika dijalankan optimal.
Melalui program ini, pemerintah berharap kesejahteraan petani meningkat dan ekonomi nasional tumbuh lebih kuat. Selain itu, ketahanan pangan juga diharapkan semakin terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....