Pemerintah dan Importir Jaga Harga Kedelai Tetap Stabil
- 10 Apr 2026 19:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah dan Importir Jaga Harga Kedelai Tetap Stabil
- Jaga Harga Kedelai Tetap Stabil
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memfasilitasi kesepakatan antara importir dan pengrajin tahu tempe untuk menjaga stabilitas harga kedelai. Kesepakatan ini menetapkan Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp11.500 per kilogram di tingkat importir.
Kebijakan tersebut memastikan harga kedelai di tingkat pengrajin tetap berada di bawah Rp12.000 per kilogram. Stabilitas ini diharapkan mampu menjaga harga pangan berbasis kedelai di tengah tekanan geopolitik global.
Kesepakatan dicapai dalam rapat koordinasi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan bersama asosiasi dan pelaku usaha. Pertemuan tersebut berlangsung pada Kamis, 9 April 2026.
Rapat ini sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menjaga ketersediaan pasokan kedelai. Kedelai merupakan bahan baku utama dalam industri tahu dan tempe di Indonesia.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Yudi Sastro, menegaskan bahwa isu lonjakan harga kedelai tidak benar. “Kami sudah verifikasi langsung ke pelaku usaha, dan informasi yang menyebut harga kedelai tembus Rp20.000 itu tidak benar,” ujarnya.
Ia memastikan harga kedelai tetap berada di bawah HAP yang telah ditetapkan pemerintah. “Harga tetap di bawah HAP, bahkan di level importir masih sekitar Rp11.500 per kilogram,” kata Yudi.
Yudi juga menegaskan bahwa kondisi pasokan dan harga saat ini masih terkendali. “Persediaan masih cukup, harga juga masih terkendali sesuai dengan acuan pemerintah,” ucapnya.
Menurutnya, dinamika global memang memberikan tekanan terhadap biaya logistik dan distribusi. “Memang ada dampak dari perubahan geopolitik yang menyebabkan ongkos produksi dan distribusi meningkat,” katanya.
Namun demikian, kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap harga dalam negeri. “Untuk kondisi saat ini pasokan masih cukup dan harga masih terkendali,” ujar Yudi.
Pemerintah terus menyampaikan informasi ini untuk mencegah kekhawatiran di masyarakat. “Ini yang perlu kami sampaikan agar tidak terjadi kekhawatiran di masyarakat,” katanya.
Kementan juga menegaskan komitmen untuk menjaga implementasi HAP di lapangan. “Kita sudah berkomitmen bersama untuk menjaga implementasi HAP di lapangan tetap berjalan,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah mendorong peningkatan produksi kedelai dalam negeri. “Tahun ini kita punya program pengembangan kedelai sekitar 37.500 hektare,” kata Yudi.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor. “Ini akan terus kita dorong sehingga ke depan ketergantungan terhadap impor bisa kita kurangi,” ujarnya.
Dari sisi pelaku usaha, Direktur PT FKS Multi Agro Tbk, Tjung Hen Sen, menyatakan harga masih terkendali. “Saya rasa di tingkat importir saat ini sudah wajar, mungkin di sekitar Rp10.100 sampai Rp10.300 per kilogram,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gakoptindo, Wibowo Nurcahyo, memastikan harga tahu dan tempe tetap stabil. “Kami jamin tahu tempe tidak naik harganya, tapi mungkin ada penyesuaian dari sisi volume,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....