Harga Tempe Naik, Mentan Minta Importir Kedelai tidak Menaikan Harga Tinggi
- 07 Apr 2026 15:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 2. Pemerintah akan mengunpul
- 1. Harga bahan baku tempe, kedelai naik
- 3. Pemerintah meminta agar importir tidak menaikan harga dengan tinggi
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta importir kedelai untuk tidak menaikan harga terlalu tinggi. Menteri Amran mengingatkan importir agar memiliki empati kepada masyarakat dengan tidak menaikan harga kedelai.
Penegasan itu disampaikan Menteri Amran menyikapi harga bahan baku tempe, kedelai yang naik. Selain kedelai, harga plastik juga meroket imbas perang Iran dengan Amerika Serikat-Israel.
"Importir jangan terlalu menaikan harga tinggi. Mari kita jaga stabilitas harga pangan dan kita ada empati, peduli saudara-saudara kita," kata Menteri Amran kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Menteri Amran akan mengumpulkan para importir agar bersama-sama menjaga stabilitas harga sehingga masyarakat dapat mengkonsumsi tempe dengan harga terjangkau. Mentan kembali memohon importir agar tidak memanfaatkan situasi ketidakpastian global akibat perang dengan menaikan harga kedelai.
"Kami akan kumpulkan temen-teman importir. Jangan terlalu menaikan harga tinggi," ujarnya.
Mentan Amran akan mengecek harga penyebab harga kedelai naik. Kendati demikian, Mentan Amran memastikan pasokan kebutuhan pokok terutama beras aman.
"Nanti kami cek detailnya, karena baru pulang dari luar daerah. Tapi yang terpenting bahan pokok kita yng paling vital beras posisi sangat aman, sangat aman," ujarnya menegaskan.
Sebelumnya, pasokan bahan baku plastik (nafta) dari Timur Tengah akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Terganggunya pasokan, berimbas kepada naiknya harga plastik yang melonjak drastis hingga 50-100 persen per April 2026.
Indonesia sedang mencari negara lain untuk impor bahan baku seperti Amerika Serikat, India dan Afrika. Selain itu, bahan baku tempe kedelai juga mengalami kenaikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....