Urai Kepadatan Ketapang–Gilimanuk, ASDP Operasikan Seluruh Dermaga-Armada
- 04 Apr 2026 07:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko mengatakan, operasional seluruh dermaga dan armada beroperasi maksimal.
- Sekretaris Perusahaan ASDP, Windy Andale, menyampaikan, saat ini pihaknya mengedepankan penanganan terintegrasi. Guna menjaga kelancaran penyeberangan di lintasan tersebut.
RRI.CO.ID, Banyuwangi - General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko mengatakan, operasional seluruh dermaga dan armada beroperasi maksimal. Hal ini dilakukan merespons peningkatan arus kendaraan di penyeberangan Pelabuhan Ketapang–Pelabuhan Gilimanuk.
“Kami memastikan seluruh dermaga dan armada beroperasi maksimal dengan pola layanan yang lebih terarah. Fokus kami mempercepat waktu bongkar muat kapal agar antrean kendaraan dapat segera berkurang,” kata Arief dalam keterangannya, Jumat, 3 April 2026.
Pengendalian volume kendaraan turut diperkuat melalui optimalisasi buffer zone. Area Pusri difungsikan khusus menampung hingga 150 truk sumbu tiga.
Sementara buffer zone Bulusan disebut mampu menampung sekitar 600 unit truk campuran. “Langkah ini menjaga agar kepadatan tidak langsung terakumulasi di dalam kawasan pelabuhan,” kata Arief.
Sekretaris Perusahaan ASDP, Windy Andale, menyampaikan, saat ini pihaknya mengedepankan penanganan terintegrasi. Guna menjaga kelancaran penyeberangan di lintasan tersebut.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa, dan saat ini ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat penanganan. Agar antrean dapat segera terurai dan layanan kembali normal,” ujar Windy
Dalam area pelabuhan, percepatan dilakukan melalui pengaturan pola muatan yang lebih terstruktur. Dermaga 1, 2, dan 3 difokuskan untuk kendaraan penumpang seperti roda dua, roda empat, dan bus, sedangkan dermaga 4 serta LCM dimaksimalkan untuk kendaraan logistik.
“Skema ini efektif mengurangi mixing conflict. Sehingga proses bongkar muat kapal menjadi lebih homogen, cepat, dan efisien,” katanya.
Hingga Jumat (3/4), antrean kendaraan dari arah utara Situbondo–Banyuwangi terpantau mencapai sekitar 7 Km dari pintu masuk pelabuhan dan didominasi kendaraan logistik menuju Bali. Meski demikian, arus kendaraan dari tollgate menuju dermaga tetap bergerak dengan waktu tempuh sekitar 20–35 menit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....