BMKG Prediksi Kemarau di Kalsel Datang Lebih Awal
- 02 Apr 2026 15:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Kalimantan Selatan (Kalsel) akan datang lebih awal dengan kondisi lebih kering dari normal.
- Musim kemarau tahun ini disebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
RRI.CO.ID, Banjarbaru - BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Kalimantan Selatan (Kalsel) akan datang lebih awal dengan kondisi lebih kering dari normal. Situasi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Kalsel, Klaus Johannes Apoh Damanik, mengatakan awal musim kemarau diperkirakan berlangsung bertahap. Yakni, mulai April hingga Mei 2026, dengan karakter yang tidak merata di setiap wilayah.
“Perbedaan waktu awal musim tersebut dipengaruhi kondisi klimatologis lokal. Sehingga, sebagian wilayah lebih dulu memasuki fase kering dibandingkan daerah lainnya,” ujarnya dalam Diseminasi Informasi Prediksi Musim Kemarau 2026 di Banjarbaru, Kamis, 2 April 2026.
Ia menjelaskan, karakter kemarau yang lebih kering dari normal menjadi faktor penting yang perlu diwaspadai. Karena dapat mempercepat pengeringan vegetasi serta meningkatkan kerentanan lahan terhadap kebakaran.
Selain itu, kondisi tersebut juga berpotensi menekan ketersediaan air bersih, memicu kekeringan. Hingga mengganggu produktivitas sektor pertanian yang sangat bergantung pada curah hujan.
Menurutnya, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan kemarau kering kerap berkorelasi dengan peningkatan titik panas (hotspot). Terutama di wilayah dengan lahan gambut dan area terbuka.
Karena itu, BMKG menekankan pentingnya langkah mitigasi sejak dini melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Termasuk kesiapsiagaan pengendalian karhutla serta pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
BMKG juga mengimbau pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat memanfaatkan informasi klimatologis secara optimal. Agar langkah antisipatif dapat disusun lebih tepat sasaran.
“BMKG akan terus memperbarui informasi perkembangan musim kemarau secara berkala. Guna mendukung upaya mitigasi serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan sepanjang 2026,” kata Apoh Damanik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....