Antrean BBM di Tangerang Dipicu Isu Kenaikan Harga

  • 01 Apr 2026 07:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Terjadi antrean panjang disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tangerang terkait adanya isu kenaikan BBM
  • Pertamina Patra Niaga Regional Jawa bagian Barat memastikan pasokan BBM untuk wilayah Jawa bagian Barat itu dalam keadaan yang tercukupi. Dalam keadaan yang terjaga untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sehari-hari

RRI.CO.ID, Tangerang — Antrean panjang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tangerang. Kondisi ini dipicu oleh isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat angkat bicara. Perusahaan memastikan pasokan BBM dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Susanto August Satria, menegaskan pasokan BBM di wilayah Jawa bagian Barat dalam kondisi terjaga. Ketersediaan tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Pertamina bersama pemerintah terus bersinergi dan berkoordinasi guna menjamin distribusi BBM tetap lancar.

Selain itu, Pertamina mendukung imbauan pemerintah agar masyarakat bijak dalam menggunakan energi. Masyarakat diminta membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan serta tidak melakukan penimbunan.

Menurutnya, tindakan penimbunan dapat mengganggu rantai pasokan yang telah direncanakan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum jelas.

Susanto juga mengingatkan agar masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi. Ia menegaskan bahwa kabar mengenai proyeksi kenaikan harga BBM per 1 April tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Belum. Sampai saat ini belum ada informasi resmi terkait harga BBM per 1 April,” ujarnya.

Salah satu warga Kota Tangerang, Djarkasih, mengaku sengaja mengisi BBM lebih awal. Ia khawatir harga akan naik dalam waktu dekat.

“Saya rela antre panjang karena takut harganya naik. Lumayan kalau beli saat harganya masih normal,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026 malam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....