Efisiensi Energi, Pemkot Tangsel Ketatkan Anggaran 2026

  • 31 Mar 2026 03:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai melakukan pengetatan anggaran 2026 dengan fokus pada efisiensi belanja non-fisik
  • Eskalasi Timur Tengah yang semakin memanas dan berdampak pada daerah khususnya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM)

RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mulai melakukan pengetatan anggaran 2026 dengan fokus pada efisiensi belanja non-fisik. Hal ini akibat eskalasi Timur Tengah yang semakin memanas dan berdampak pada daerah.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menyampaikan efisiensi menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah dinamika kebijakan nasional. Penghematan harus mulai dilakukan dari hal-hal mendasar di lingkungan pemerintahan.

“Yang saya antisipasi bukan soal lonjakan harga minyak. Tetapi jika terjadi pengurangan transfer dana ke daerah ini sudah bisa kita antisipasi dari segi kegiatan daerah,” ujar Benyamin, Senin 30 Maret 2026.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penghematan penggunaan energi di kantor pemerintahan. Penggunaan listrik, air dan gas menjadi fokus utama untuk ditekan agar lebih efisien.

Menurut Benyamin, kebiasaan sederhana seperti penggunaan energi yang bijak dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengeluaran daerah. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mulai menerapkan pola kerja hemat energi.

Selain itu, efisiensi juga menyasar kegiatan perjalanan dinas. Pemkot Tangsel, lanjut Benyamin, akan mendorong peralihan perjalanan dinas ke moda dalam jaringan atau daring sebagai bentuk adaptasi sekaligus penghematan anggaran.

“Perjalanan dinas akan kita evaluasi dan dorong untuk dilakukan secara daring. Tidak hanya itu, kegiatan pemerintahan yang selama ini kerap digelar di hotel juga akan dialihkan ke fasilitas milik pemerintah," ucapnya.

Langkah ini diambil untuk mengurangi pengeluaran yang dinilai tidak mendesak.

Benyamin mengakui kebijakan tersebut berpotensi berdampak pada sektor perhotelan, terutama dari sisi penerimaan pajak daerah.

Namun, ia menegaskan efisiensi tetap menjadi prioritas utama dalam kondisi saat ini. “Saya akan memerhatikan dulu pada belanja-belanja non-fisik,” katanya.

Diketahui, kebijakan efisiensi tidak akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja, khususnya pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Pernyataan tersebut dijamin Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie.

"Saya memastikan kebijakan efisiensi tidak akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja. khususnya PPPK," ujar Benyamin, Senin 30 Maret 2026.

Ia menegaskan fokus penghematan tidak menyasar sumber daya manusia. Pemkot Tangsel berharap dapat menjaga kesehatan fiskal daerah sekaligus menyesuaikan diri dengan arah kebijakan pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran.

Walaupun, sambung Benyamin, Pemkot Tangsel mulai mengantisipasi berbagai langkah efisiensi. Hal ini akibat memanasnya konflik geopolitik antara Iran, Israel dan Amerika Serikat (AS) sejak awal 2026 mulai berdampak pada pasokan energi global.

Ketegangan yang memicu gangguan distribusi minyak, terutama dikawasan Selat Hormuz, turut memengaruhi kondisi ekonomi, termasuk di tingkat daerah. Efisiensi yang diambil, salah satunya dengan rencana penerapan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Kebijakan ini, kata Benyamin, berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang non-pelayanan. Namun, kebijakan ini masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....