Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup saat Nyepi-Lebaran Idulfitri
- 20 Mar 2026 06:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Akses menuju kawasan wisata Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur, ditutup sementara
- Penutupan Gunung Bromo dilakukan dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 serta menyambut Idulfitri 1447 Hijriah.
- masyarakat dapat memaknai momentum Nyepi dan Idul Fitri sebagai ajang memperkuat toleransi dan kebersamaan
RRI.CO.ID, Probolinggo - Akses menuju kawasan wisata Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur, ditutup sementara mulai Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura. Penutupan dilakukan dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 serta menyambut Idulfitri 1447 Hijriah.
Penutupan tersebut merujuk pada Surat Edaran Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo Nomor 604/SE/PHDI-KAB/II/2026. “Penutupan berlangsung mulai Kamis (19/3) pukul 06.00 WIB hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 WIB,” ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Probolinggo, Her Mulyadi, Kamis 19 Maret 2026.
Selama periode tersebut, seluruh aktivitas wisata menuju kawasan Gunung Bromo dihentikan total. Guna menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi oleh masyarakat Tengger.
Menurut Her Mulyadi, kebijakan ini juga memberikan kesempatan bagi umat Muslim. Khususnya para pelaku wisata, untuk melaksanakan silaturahmi bersama keluarga menjelang Lebaran.
“Penutupan akses wisata ini merupakan bentuk penghormatan terhadap masyarakat Tengger yang menjalankan Nyepi agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk. Di sisi lain, kami juga memberi ruang bagi pelaku wisata yang merayakan Idul Fitri untuk berkumpul bersama keluarga,” katanya.
Pihaknya mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak berkunjung selama masa penutupan. Karena seluruh akses dipastikan tidak dapat dilalui untuk kegiatan wisata.
Ia menambahkan, wisatawan yang berencana berkunjung setelah pembukaan kembali pada 21 Maret 2026 siang diharapkan melakukan pemesanan tiket secara daring lebih awal. Mengingat, biasanya terjadi lonjakan kunjungan pascapenutupan.
Her Mulyadi berharap masyarakat dapat memaknai momentum Nyepi dan Idul Fitri sebagai ajang memperkuat toleransi dan kebersamaan. “Semoga momen suci ini membawa kedamaian, mempererat rasa saling menghormati, serta memberikan keberkahan bagi semua,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....