Jelang Idulfitri, Stok BBM Aman, Harga Komoditas Naik di Aceh Timur
- 19 Mar 2026 15:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- harga bahan pokok di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, mengalami kenaikan signifikan
- Sembako di Aceh Timur
- Jelang Idulfitri di Aceh Timur
RRI.CO.ID, Aceh Timur - Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, harga bahan pokok di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, mengalami kenaikan signifikan. Sementara itu, stok bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dilaporkan dalam kondisi aman.
Hal tersebut disampaikan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, usai melakukan peninjauan bersama Kapolres Aceh Timur AKBP Iwan Kurniadi, Rabu, 18 Maret 2026. Peninjauan dilakukan di SPBU Kemuning, Kecamatan Peureulak.
Dalam keterangannya, Bupati memastikan ketersediaan BBM menjelang Idulfitri masih terkendali. Ia menyebut tidak ditemukan adanya kelangkaan BBM, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
“Dari hasil peninjauan dan koordinasi dengan pihak terkait, stok BBM masih aman dan terkendali,” ujarnya.
Ia menjelaskan, SPBU Kemuning menerima pasokan sekitar 16 ton setiap kali pengisian. Jumlah tersebut dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu kelangkaan BBM yang tidak terverifikasi. Ia menegaskan, informasi yang tidak akurat dapat memicu panic buying dan antrean panjang di SPBU.
Menurutnya, antrean sempat terjadi akibat informasi yang tidak terkonfirmasi. Namun, setelah klarifikasi dari pihak kepolisian dan pemerintah daerah, kondisi kembali normal.
Usai meninjau SPBU, rombongan melanjutkan pemantauan ke Pasar Peureulak. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok menjelang tradisi meugang dan Idulfitri.
Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Minyak goreng curah tercatat Rp22.000 per kilogram, gula pasir Rp20.000 per kilogram, dan beras premium mencapai Rp230.000 per sak.
Harga telur berada di kisaran Rp58.000, kentang Rp15.000 per kilogram. Cabai merah Rp38.000 per kilogram, dan cabai rawit mencapai Rp60.000 per kilogram.
Sementara itu, bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual sekitar Rp45.000 per kilogram. Kacang hijau tercatat Rp25.000 per kilogram.
Di sektor perikanan, ikan bandeng dijual Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Udang mencapai Rp120.000 per kilogram, sedangkan ikan tongkol sekitar Rp40.000 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan. Selain itu juga karena faktor distribusi di tingkat pedagang.
Menanggapi hal itu, Bupati menyatakan pemerintah daerah akan menyurati agen penyalur agar tidak menaikkan harga secara sepihak. Ia menegaskan akan ada langkah lanjutan jika imbauan tersebut diabaikan.
“Kami akan menyurati agen penyalur. Jika tidak diindahkan, akan ada teguran lanjutan,” katanya.
Ia mengakui kenaikan harga cukup memberatkan masyarakat. Terutama bagi warga yang masih terdampak pascabanjir.
Pemerintah daerah berharap harga bahan pokok dapat kembali stabil dan tidak melebihi harga eceran tertinggi. Dengan demikian, daya beli masyarakat dapat meningkat dan kondisi ekonomi berangsur pulih. [Ilyas Ismail]
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....