Mendagri dan Mensos Salurkan Rp100 Miliar untuk Korban Banjir Aceh Timur

  • 17 Mar 2026 06:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Aceh Timur - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyalurkan bantuan bagi penyintas banjir di Kabupaten Aceh Timur, Senin 16 Maret 2026. Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis di Aula Serbaguna Pendopo Bupati Aceh Timur.

Kunjungan dua menteri dari kabinet Presiden Prabowo Subianto itu bertujuan menyalurkan berbagai bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. Bantuan meliputi santunan ahli waris korban meninggal, jaminan hidup pengungsi, bantuan isi hunian, serta stimulan sosial ekonomi.

Melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia, pemerintah menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp100.975.850.000 untuk penanganan korban banjir. Dana tersebut dialokasikan dalam beberapa program pemulihan bagi masyarakat terdampak di Aceh Timur.

Bantuan stimulan sosial ekonomi sebesar Rp38,21 miliar diberikan kepada 7.643 kepala keluarga. Program ini ditujukan untuk membantu pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat pascabencana.

Selain itu, bantuan jaminan hidup sebesar Rp38,92 miliar diberikan kepada 28.831 jiwa pengungsi. Bantuan tersebut bertujuan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa pemulihan.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan isi hunian sebesar Rp22,92 miliar kepada 7.643 kepala keluarga. Bantuan ini diberikan untuk membantu warga melengkapi kebutuhan dasar tempat tinggal mereka.

Santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia diberikan kepada 60 jiwa dengan total Rp900 juta. Selain itu, santunan bagi korban luka berat disalurkan kepada dua orang dengan total Rp10 juta.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan penyaluran bantuan merupakan bagian dari tugas pemerintah sesuai arahan presiden. “Sesuai arahan Presiden, Kementerian Sosial ditugaskan menyalurkan berbagai bentuk bantuan mulai dari masa tanggap darurat hingga pasca bencana,” ujarnya.

Ia menjelaskan pada masa kedaruratan pemerintah menyalurkan berbagai dukungan logistik. Bantuan tersebut meliputi dapur umum, tenda pengungsian, serta bantuan lain bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan lembaga terkait.

Pada masa pascabencana, bantuan difokuskan pada pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. Bantuan yang diberikan meliputi santunan korban meninggal, santunan luka berat, jaminan hidup pengungsi, dan program pemulihan ekonomi.

Saifullah Yusuf juga menyebut pemerintah membentuk mekanisme khusus untuk penanganan bencana berskala besar. “Presiden membentuk satuan tugas khusus yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri untuk mengoordinasikan berbagai bantuan dari pemerintah pusat,” katanya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan total bantuan tersebut akan menggerakkan perekonomian daerah. “Dana ini akan beredar di Aceh Timur dan diharapkan dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Tito juga menekankan pentingnya akurasi data dalam proses penyaluran bantuan kepada masyarakat. “Data yang disampaikan harus benar-benar akurat dan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan agar bantuan dapat disalurkan dengan lancar,” katanya.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur Al-Farlaky melaporkan pemerintah daerah telah mengusulkan berbagai bantuan kepada pemerintah pusat. Dari 25.320 KK yang diusulkan menerima bantuan stimulan sosial ekonomi, sebanyak 7.643 KK telah disetujui dengan anggaran Rp38,21 miliar.

Ia juga melaporkan bahwa bencana hidrometeorologi sepanjang 2025 berdampak luas di wilayah Aceh Timur. Tercatat 24 kecamatan dan 454 gampong terdampak, dengan 81.603 rumah terendam serta 58 orang meninggal dunia.

Bupati Al-Farlaky mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh Timur. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden beserta seluruh jajaran kabinet yang telah memberikan perhatian besar bagi daerah kami,” ujarnya. (Ilyas Ismail)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....