Pemkot Bekasi Fokus Antisipasi Dampak Longsor Susulan di TPST Bantargebang
- 09 Mar 2026 10:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kota Bekasi - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, akan fokus membantu proses evakuasi dan antisipasi dampak longsor susulan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Hal ini sebagai respon atas peristiwa longsor di TPST Bantargebang tepatnya di Zona 4 pada, Minggu, 8 Maret 2026.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Termasuk mengerahkan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi guna membantu proses penanganan di lapangan.
Pihaknya juga menegaskan, keselamatan para pekerja menjadi fokus utama. Tidak terkecuali keselamatan warga sekitar.
“Lokasinya memang di Bekasi, tetapi pengelolaannya berada di bawah Pemprov DKI Jakarta. Yang terpenting sekarang adalah memastikan penanganan berjalan cepat dan kondisi di lapangan aman,” katanya, kepada wartawan, Senin, 9 Maret 2026.
Ia menegaskan, Pemkot Bekasi ikut melakukan pemantauan di area sekitar lokasi. Hal ini untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan yang membahayakan warga.
Selain itu, Pemkot Bekasi juga melakukan langkah antisipasi. Terutama terhadap potensi tumpahan sampah yang dikhawatirkan dapat mengarah ke Kali Asem maupun ke pemukiman warga di wilayah terdampak.
“Kami ingin memastikan kondisi tetap aman bagi pekerja maupun masyarakat sekitar. Koordinasi dengan pihak pengelola terus dilakukan agar penanganan berjalan optimal,” ujarnya mengakhiri pembicaraan.
Sekadar diketahui, TPST Bantargebang milik Pemprov Jakarta yang berlokasi di Kota Bekasi mengalami longsor pada, Minggu, 8 Maret 2026. Longsor diakibatkan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut yang tak kunjung reda.
Akibat peristiwa tersebut tercatat 4 orang meninggal dunia. Mereka adalah Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno Serta Irwan Supriatin (42) yang semuanya berprofesi supir.
Sementara pantauan di lokasi, proses evakuasi longsoran sampah masih terus dilakukan. Hal ini untuk memastikan ada tidaknya korban jiwa yang tertinggal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....