Menteri LH Akan Panggil Pengelola TPST Bantargebang buntut Longsor Sampah
- 09 Mar 2026 06:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI CO.ID, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq memastikan akan segera memanggil kembali pengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Hal ini menyusul insiden longsor sampah yang menelan korban jiwa pada, Minggu, 8 Maret 2026.
Hanif mengatakan bahwa Deputi Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) saat ini tengah melakukan penyidikan. Pihaknya, ingin menelusuri terkait kondisi pengelolaan TPST Bantargebang sebelum terjadinya longsor yang menyebabkan empat orang meninggal dunia.
“Apakah harus ada yang tanggung jawab? Mestinya iya. Jadi TPST Bantargebang ini kan milik pemerintah di DKJ (Daerah Khusus Jakarta). Tentu pemerintah DKJ harus bertanggung jawab,” ujar Hanif dalam keterangannya dari Jakarta, Senin 9 Maret 2026.
Ia menegaskan, dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup terdapat ketentuan pidana. Yakni, bagi pengelola kegiatan yang dengan sengaja melakukan perbuatan melampaui kriteria baku mutu kerusakan lingkungan hingga mengakibatkan luka berat atau kematian.
Menurut Hanif, kasus ini sudah memasuki tahap penyidikan oleh Deputi Gakkum. Namun, pihaknya akan memanggil pihak-pihak yang dinilai harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.
“Karena ini sudah masa penyidikan dari Deputi Gakkum, kita akan segera memanggil kembali semua yang harus memang bertanggung jawab dalam konteks ini. Ini masalah jiwa, masalah raga ini tidak bisa dikuantifikasikan. Ini tentu harus menjadi titik pukul yang sangat mendalam,” ucapnya.
Selain proses hukum, pemerintah juga memastikan upaya pencarian korban akan terus dilakukan. Guna memastikan tidak ada lagi individu yang tertimbun dalam longsoran sampah tersebut.
Sebelumnya, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa jumlah korban jiwa akibat longsor sampah di TPST Bantargebang mencapai empat orang.
Berdasarkan data yang dikonfirmasi pada Minggu pukul 22.00 WIB, keempat korban meninggal dunia adalah pemilik warung Enda Widayanti dan Sumine. Serta dua sopir truk sampah bernama Dedi Sutrisno dan Irwan Suprihatin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....