Banjir Rendam Puluhan RT di Jakarta Minggu Pagi
- 08 Mar 2026 11:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Banjir kembali merendam sejumlah wilayah Jakarta pada Minggu pagi, 8 Maret 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat puluhan RT terdampak genangan.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, mengatakan banjir terjadi akibat hujan deras di Jakarta dan Bodetabek. Air kiriman dari hulu masuk ke aliran Kali Ciliwung sejak Sabtu malam.
"Hingga Minggu pagi banjir merendam 31 RT di Jakarta Timur," ujar Yohan, saat berbincang bersama Pro 3 RRI, Minggu, 8 Maret 2026. Ia menambahkan, wilayah terdampak juga berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.
Di Kelurahan Halim Jakarta Timur, terdapat 19 RT terdampak banjir. Sementara di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat masing-masing tercatat 22 RT terdampak genangan.
BPBD sudah memprediksi kedatangan air sejak Sabtu pukul 23.00 WIB. "Sekitar pukul 03.00 dini hari mulai muncul genangan di sejumlah wilayah Jakarta," kata Yohan.
Menurutnya, BPBD telah menyiagakan personel dan menyebarkannya ke berbagai titik rawan banjir. Hingga pagi ini tercatat 19 ruas jalan di Jakarta juga masih tergenang.
Genangan jalan tersebut menyebabkan perlambatan lalu lintas. Namun karena hari Minggu, kemacetan tidak terjadi secara masif.
Yohan menyebut wilayah dengan ketinggian air tertinggi berada di daerah aliran Kali Krukut. Di Cipete Utara dan Petogogan, tinggi air hampir mencapai dua meter atau sekitar 170 sentimeter.
Beberapa RT di Pela Mampang dan Cilandak juga terdampak cukup parah. Ketinggian air di kawasan tersebut berkisar antara 120 hingga 170 sentimeter.
Di Kampung Melayu, banjir merendam 19 RT dengan tinggi air sekitar 130 sentimeter. Sejumlah wilayah di Jakarta Barat juga mengalami genangan hingga satu meter.
Sementara itu wilayah Jakarta Utara, Yohan menyebut tidak terindikasi genangan. Kondisi ini terjadi karena tidak ada fenomena rob disana.
Untuk penanganan yang dilakukan, Yohan menyebut hal ini berkaitan dengan kapasitas saluran air di Jakarta. “Rata-rata kapasitasnya sekitar 150 milimeter, sedangkan curah hujan yang turun mencapai 264 milimeter,” ujarnya.
"Kondisi ini menyebabkan luapan di sejumlah sungai, termasuk Kali Krukut," kata Yohan, melanjutkan. Ia menilai penyempitan lebar sungai turut memperparah luapan air.
Penanganan banjir dilakukan dengan memobilisasi pompa air ke titik genangan. Hingga kini tidak ada laporan kerusakan pompa sehingga proses penyedotan berjalan optimal.
BPBD juga mencatat adanya warga yang mengungsi dari beberapa titik banjir. Namun data jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....