BPBD DKI Catat 39 RT dan 13 Ruas Jalan Tergenang Banjir

  • 08 Mar 2026 05:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - BPBD DKI mencatat sebanyak 39 rukun tetangga (RT) dan 13 ruas jalan terdampak genangan hingga Minggu 8 Maret, pukul 04.00 WIB subuh. Genangan ini imbas hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu 7 Maret hingga Minggu 8 Maret 2026, dini hari.

Berdasarkan data BPBD, wilayah yang terdampak genangan tersebar di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Adapun ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 150 sentimeter.

Di Jakarta Barat, terdapat 19 RT yang tergenang. Genangan terjadi di Kelurahan Kedaung Kali Angke (4 RT) dengan ketinggian 60–70 cm, Kedoya Selatan (4 RT) setinggi 30 cm.

Berikutnya, Kedoya Utara (4 RT) setinggi 20 cm, Sukabumi Selatan (2 RT) setinggi 120 cm, Joglo (1 RT) setinggi 65 cm. Serta Kembangan Selatan (2 RT) setinggi 50 cm, serta Kembangan Utara (2 RT) setinggi 60 cm.

BPBD DKI menyebut, sebagian besar genangan di wilayah ini dipicu oleh curah hujan tinggi. Sementara di Kembangan Selatan dan Kembangan Utara juga dipengaruhi luapan Kali Bendungan Kali Pelopor.

Sementara itu di Jakarta Selatan, terdapat 20 RT yang terdampak genangan. Wilayah tersebut meliputi Cilandak Barat (1 RT) dengan ketinggian air 120 cm, Cipete Utara (3 RT) setinggi 100 cm.

Lalu, Petogogan (12 RT) setinggi 20 cm, Pela Mampang (1 RT) setinggi 150 cm, Duren Tiga (1 RT) setinggi 50 cm, serta Cilandak Timur (2 RT) setinggi 120 cm. Genangan di beberapa lokasi juga dipengaruhi oleh luapan Kali Krukut, Kali PHB Nipam, dan Kali Mampang.

Selain permukiman warga, 13 ruas jalan di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan juga dilaporkan tergenang. Adapun ketinggian air antara 10 hingga 120 cm.

Beberapa di antaranya adalah Jalan Srengseng Raya, Jalan Daan Mogot KM 13, Jalan Meruya Selatan, Jalan Kapten Pierre Tendean. Kemudian, Jalan Cileduk Raya di sejumlah titik, serta Jalan Swadarma Raya di Ulujami.

BPBD DKI Jakarta menyatakan telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi di lapangan dengan erkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga. Termasuk juga Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), guna melakukan penyedotan genangan dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik.

Selain itu, BPBD juga bekerja sama dengan lurah dan camat setempat untuk menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak. Genangan ditargetkan dapat surut dalam waktu cepat.

BPBD DKI mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Terutama di wilayah yang rawan banjir.

Warga juga diminta segera menghubungi nomor layanan darurat 112 jika menghadapi kondisi darurat. Layanan tersebut dapat diakses secara gratis dan beroperasi selama 24 jam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....