Fahira Apresiasi Tahun Pertama Pramono-Rano: Menunjukkan Fondasi Cukup Baik
- 26 Feb 2026 01:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPD RI Fahira Idris mengapresiasi setahun kepemimpinan Gubernur DKI Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno. Menurutnya, tahun pertama menjadi fase penting dalam meletakkan fondasi pembangunan Jakarta, meski berbagai tantangan masih memerlukan percepatan kebijakan.
“Setahun pertama Pramono-Rano menunjukkan fondasi yang cukup baik, terutama di bidang ekonomi, transportasi publik, dan tata kelola. Namun, Jakarta adalah kota dengan tantangan berlapis yang membutuhkan konsistensi dan keberanian dalam pengambilan keputusan,” ujar Fahira, dikutip Rabu 25 Februari 2026.
Senator asal Dapil DKI Jakarta ini menilai kinerja ekonomi Jakarta sepanjang 2025 patut diapresiasi. Karena mampu melampaui rata-rata nasional.
Ia juga menyoroti berbagai program sosial, seperti keberlanjutan Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah. Serta dukungan terhadap sekolah swasta tertentu sebagai bentuk komitmen menjaga mobilitas sosial warga.
Di sektor transportasi, perluasan layanan Transjabodetabek dan percepatan penggunaan armada listrik dinilai sebagai langkah penting menuju sistem mobilitas modern dan rendah emisi. Selain itu, pembenahan birokrasi melalui pelantikan pejabat berbasis merit dinilai memberi sinyal positif perbaikan tata kelola pemerintahan.
Fahira juga mengapresiasi penguatan identitas budaya Betawi melalui berbagai festival dan revitalisasi ruang seni. Hal ini, menurutnya, sebagai bagian dari upaya memposisikan Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada budaya lokal.
Namun demikian, ia mengingatkan sejumlah persoalan klasik masih belum sepenuhnya teratasi. Seperti banjir, kemacetan, polusi udara, dan ketimpangan sosial.
Fahira menulai, penanganan banjir masih didominasi pendekatan struktural, sementara integrasi hulu-hilir dan solusi berbasis alam belum optimal. Selain itu, persoalan hunian layak, pengelolaan sampah, dan perlindungan kawasan pesisir juga membutuhkan perhatian lebih sistematis.
Tujuh Rekomendasi Strategis
Untuk memasuki tahun kedua kepemimpinan Pramono-Rano, Fahira lantas menyampaikan tujuh rekomendasi strategis. Pertama, penanganan banjir harus dilakukan secara sistemik dan ekologis melalui integrasi kebijakan hulu-hilir Jabodetabek, percepatan restorasi ruang resapan, dan naturalisasi berbasis sains.
Kedua, lanjut Fahira, transformasi transportasi publik perlu diiringi pembenahan akses pejalan kaki, trotoar. Serta konektivitas first-mile dan last-mile agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.
Ketiga, pengendalian polusi memerlukan langkah tegas, termasuk percepatan transisi energi bersih, penguatan uji emisi, dan elektrifikasi transportasi publik. Keempat, pengelolaan sampah harus difokuskan pada pengurangan dari sumber, pembatasan plastik sekali pakai, dan penguatan bank sampah berbasis komunitas.
Kemudian, Kelima, strategi ekonomi Jakarta perlu diarahkan pada sektor masa depan. Seperti ekonomi hijau, digital, dan industri kreatif, dengan UMKM sebagai subjek utama pertumbuhan.
Keenam, reformasi birokrasi harus diperkuat melalui digitalisasi layanan, integrasi data. Serta pengawasan ketat terhadap praktik tidak profesional.
Terakhir, Ketujuh, partisipasi warga dalam perencanaan kota perlu diperluas. Khususnya dalam kebijakan hunian, ruang publik, dan penataan kampung kota agar pembangunan lebih inklusif.
“Setahun pertama adalah fondasi, tahun kedua harus menjadi fase percepatan dampak. Jakarta memiliki potensi besar menjadi kota global yang modern sekaligus berkeadilan, kuncinya adalah konsistensi, kolaborasi, dan keberanian kebijakan,” ucap Fahira.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....