BKSDA Aceh Imbau Warga Waspadai Kawanan Gajah Sumatra
- 22 Feb 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh mengingatkan warga mewaspadai kemunculan kawanan Gajah Sumatra di kawasan Pantanlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Imbauan tersebut disampaikan menyusul interaksi negatif yang menyebabkan seorang petani meninggal dunia.
Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 21 Februari 2026, saat korban berada di kebunnya. Ia menyampaikan duka cita dan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan satwa liar dilindungi tersebut.
“Kami turut berbelasungkawa atas musibah ini. Kami mengimbau dan mengingat tetap waspada serta tidak mendekati dan menghalau kawanan Gajah Sumatra guna menghindari satwa liar dilindungi tersebut,” kata Ujang, Minggu, 22 Februari 2026.
Ia menegaskan interaksi langsung dengan satwa liar berisiko tinggi karena perilakunya dipengaruhi naluri alamiah yang sulit diprediksi. Korban diketahui bernama Mussahar (53), warga Kampung Pantanlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo.
Ia sempat dievakuasi ke rumah sakit di Kabupaten Bireuen setelah mengalami luka serius akibat terinjak gajah dan kemudian dinyatakan meninggal dunia. BKSDA Aceh langsung menurunkan tim ke lokasi setelah menerima laporan kejadian tersebut.
Namun, hingga kini tim belum dapat melakukan pengecekan menyeluruh karena situasi di lapangan belum sepenuhnya kondusif. Berdasarkan keterangan keluarga, korban bersama istrinya menginap di kebun jagung yang berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman.
Pada pagi hari kejadian, korban melihat jejak gajah lalu mengikuti arah jejak tersebut. Tidak lama berselang terdengar raungan gajah sebanyak tiga kali dari arah kebun. Istri korban kemudian menghubungi anaknya untuk memastikan kondisi ayahnya.
Sesampainya di lokasi, anak korban menemukan ayahnya dalam kondisi tergeletak dengan bekas injakan di bagian dada dan rahang yang diduga akibat gajah. Korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Ujang mengatakan sejumlah kejadian terakhir menunjukkan adanya kemunculan gajah liar di areal perkebunan dan mendekati permukiman warga antara Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi rusaknya barrier kawat kejut sebagai mitigasi serta kemungkinan perubahan habitat dan jalur jelajah akibat bencana hidrometeorologi.
Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan jejak atau keberadaan gajah di kebun maupun sekitar permukiman. Warga juga diminta tidak bertindak sendiri menghalau satwa liar dan untuk sementara waktu menghindari area yang terindikasi menjadi jalur lintasan gajah.
Gajah Sumatera merupakan satwa liar dilindungi yang hanya ditemukan di Pulau Sumatra. Berdasarkan daftar The IUCN Red List of Threatened Species, spesies ini berstatus terancam kritis dan berisiko tinggi punah di alam liar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....