Senator Fahira: Festival Bandeng Rawa Belong Simbol Harmoni Budaya

  • 14 Feb 2026 21:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPD RI, Fahira Idris menghadiri pembukaan Festival Bandeng Rawa Belong 2026 di Pasar Bandeng Rawa Belong, Jakarta Barat, Sabtu 14 Februari 2026. Festival tahunan kebanggaan warga Betawi ini kembali digelar dengan memadukan pelestarian tradisi, perayaan budaya, dan penguatan ekonomi lokal.

Menurut Fahira, Festival Bandeng Rawa Belong bukan sekadar pesta rakyat atau ajang jual beli ikan bandeng. Melainkan simbol kuat akulturasi budaya Betawi dan Tionghoa yang telah lama membentuk harmoni sosial di Jakarta.

“Festival Bandeng Rawa Belong adalah bukti bahwa budaya bukan hanya warisan, tetapi juga energi sosial yang menghidupkan kota. Tradisi ‘nganter bandeng’ atau ‘nyorog’ mencerminkan nilai penghormatan, kekeluargaan, dan silaturahmi yang harus terus dijaga,” ujar Fahira.

Festival yang mengusung tema “Harmoni Tradisi Betawi dan Tionghoa Menuju Jakarta Kota Global yang Berbudaya” ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional. Seperti Palang Pintu, ondel-ondel, gambang kromong, lenong, tanjidor, hingga barongsai yang kental dengan nuansa Imlek.

Selain itu, puluhan tenda UMKM turut meramaikan acara dengan beragam kuliner khas Betawi dan produk lokal. Fahira menilai, festival berbasis tradisi lokal seperti ini harus terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi kebudayaan Jakarta menuju kota global.

Menurutnya, kota global tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan investasi. Tetapi juga dari kekuatan identitas budaya.

“Jakarta sebagai kota global harus memiliki festival-festival berbasis tradisi lokal yang kuat dan konsisten. Identitas budaya yang hidup akan menjadi diferensiasi Jakarta di mata dunia,” kata Senator asal Dapil DKI Jakarta itu.

Ia juga menekankan bahwa festival ini memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Terutama pelaku UMKM dan pedagang bandeng.

“Festival ini bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga. UMKM tumbuh, pedagang bandeng merasakan berkah, dan kawasan Rawa Belong menjadi pusat aktivitas masyarakat,” ucap Fahira.

Ke depan, Fahira berharap Festival Bandeng Rawa Belong dapat terintegrasi dalam kalender pariwisata resmi Jakarta, didukung promosi digital yang lebih masif. Serta dikemas lebih inklusif agar menarik minat generasi muda.

Ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk komunitas kreatif dan pelaku ekonomi digital. Agar festival semakin adaptif tanpa kehilangan akar tradisinya.

“Festival seperti ini harus terus dirawat dan dikembangkan. Ketika budaya kuat dan ekonomi warga bergerak, maka Jakarta tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga berkarakter dan berjiwa,” ujarnya.

Sebagai informasi, acara Festival Bandeng Rawa Belong 2026 ini secara resmi dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Ia hadir bersama para tokoh Bamus Betawi, eks Gubernur DKI Fauzi Bowo, Ketum Bamus Betawi Riano P Ahmad dan Sekda DKI Uus Kuswanto.

Hadir juga eks Sekda DKI Marullah Matali, Anggota DPD RI Dailami Firdaus. Serta ratusan masyarakat dan perwakilan ormas Betawi.

Festival yang berlangsung selama dua hari, 14–15 Februari 2026. Event ini menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang memperkuat identitas Betawi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....