Pembangunan PSEL di Kota Bekasi Dimulai Maret 2026
- 14 Feb 2026 14:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kota Bekasi - Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WTE) akan dimulai pada Maret 2026 mendatang. Hal tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH), Hanif Faisol Nurofiq di Kota Bekasi, Sabtu, 14 Februari 2026.
Menurutnya, Kota Bekasi menjadi salah satu 4 kota pertama di Indonesia yang akan memulai proyek tersebut. Hanya saja ia menegaskan proyek PSEL masih butuh dua tahun lagi sampai benar-benar beroperasi.
"Ground breaking PSLE itu Maret 2026 oleh pihak Danantara. Dan Kota Bekasi merupakan empat daerah pertama di Indonesia yang akan memulai PSEL," katanya, kepada wartawan.
Ia mengatakan, proyek PSEL atau WTE saat ini dikedepankan karena Indonesia butuh penanganan sampah dengan cara cepat. Mengingat hampir seluruh daerah di tanah air mengalami masalah darurat sampah
Ia juga mengingatkan, bahwa tahun 2028 mendatang adalah era berakhirnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) se-Indonesia. Oleh karena itu seluruh Bupati dan Wali Kota diminta mempersiapkan metode pengolah sampah sesuai dengan kondisi dan karakteristik daerah masing-masing.
"Bupati dan Wali Kota selaku penanggung jawab utama pengolahan sampah sesuai dengan Undang-Undang diminta mempersiapkan segala sesuatunya. Termasuk mempersiapkan metode pengolahan sampah sesuai karakteristik daerahnya," katanya.
Hanif juga menegaskan, bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya penanganan sampah dari hulu. Salah satunya dengan mengaktifkan bank sampah induk.
Ia mengatakan pengolahan sampah di hulu lebih logis. Ketimbang harus diselesaikan di hilir atau TPA yang itu justru bisa menjadi beban.
"Apapun teknologinya, Presiden menekankan pentingnya pengolahan sampah dari hilir. Namun karena Indonesia darurat sampah hampir di seluruh daerah maka butuh penanganan cepat dengan WTE," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan telah mempersiapkan apa yang menjadi kewajiban daerah dalam proyek PSEL. Mulai dari menyiapkan lahan, akses jalan hingga armada sampah baru.
"Kita ingin masalah sampah di Kota Bekasi yang 1.400 ton per hari terselesaikan. Termasuk timbunan sampah yang sudah ada sebelumnya," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....