Dukung Panen 10.000 Hektare, PU Percepat KSPP Wanam
- 10 Feb 2026 20:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Merauke – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau progres pembangunan infrastruktur Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) di Wanam, Papua Selatan. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto agar 10.000 hektare lahan dapat mulai dipanen pada tahun ini.
Menteri Dody menegaskan seluruh jajaran Kementerian PU, bersama Agrinas dan Pemerintah Kabupaten Merauke, bergerak intensif menyiapkan infrastruktur dasar. Fokus utama meliputi pengendalian banjir, pembangunan jaringan irigasi primer, serta konektivitas jalan untuk memastikan pekerjaan cetak sawah berjalan lancar.
“Saya ingat betul arahan Bapak Presiden, tahun ini minimal 10.000 hektare sudah mulai panen. Karena itu Kementerian PU, Agrinas, dan Pemkab Merauke harus bergerak bersama agar target tersebut bisa tercapai,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Selasa, 10 Februari 2026.
Menurut Menteri Dody, saat ini progres pembukaan akses jalan dan pengendalian kawasan rawa terus berjalan. Menurutnya, beberapa kendala sosial telah diatasi melalui dialog dengan masyarakat setempat sehingga pekerjaan bisa berjalan lancar tanpa hambatan.
Untuk kebutuhan air irigasi, Kementerian PU melalui Ditjen Sumber Daya Air (SDA) sedang menghitung potensi debit dari rawa di KM 39. Namun, jika kapasitas belum mencukupi, suplai alternatif akan diambil dari rawa lebih besar di kawasan Angkias (KM 58).
Menurut Dody, pendekatan ini dilakukan agar irigasi siap saat cetak sawah dimulai dan keseimbangan lingkungan tetap terjaga. Sementara di sisi konektivitas, pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting menjadi tulang punggung distribusi logistik dan mobilisasi alat.
Segmen II sepanjang 80,02 km telah dibangun dengan jembatan total 480 meter dan box culvert di beberapa lokasi. Sementara Segmen I sepanjang 58 km pembangunan sedang direncanakan lengkap dengan jembatan, pile slab, dan box culvert.
“Kita dikejar waktu. Tahun ini harus bisa beroperasi penuh, kita tetap bekerja cepat tanpa merusak lingkungan dan memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga,” ujarnya
Menteri Dody juga menekankan pentingnya pendekatan sosial kepada masyarakat adat agar proyek strategis ini berjalan tanpa hambatan. “Pendekatan dengan masyarakat tetap kita lakukan,” ucapnya.
“Harapannya tidak ada lagi hambatan di lapangan. Pembangunan ini untuk kesejahteraan bersama, khususnya mendukung kemandirian pangan nasional sesuai arahan Presiden,” kata Dody.
Kementerian PU optimistis target Presiden Prabowo Subianto untuk memulai panen 10.000 hektare di Papua Selatan tahun ini bisa tercapai. Dengan percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi diharapkan sekaligus memperkuat posisi Papua sebagai lumbung pangan nasional.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan swasembada seluruh komoditas pangan dalam tiga tahun ke depan. Target tersebut disampaikan menyusul keberhasilan Indonesia mewujudkan swasembada beras pada akhir 2025.
Presiden Prabowo menegaskan, Indonesia kini telah memasuki fase penting dalam perjalanan menuju kemandirian pangan. Menurutnya, keberhasilan swasembada beras menjadi pijakan untuk mendorong kemandirian komoditas pangan strategis lainnya, termasuk jagung.
“Sejak 31 Desember 2025, Indonesia sekarang swasembada beras, dan Insya Allah sebentar lagi swasembada jagung. Insya Allah dalam tiga tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....