Menteri PU Tinjau Runtuhan Tebing di Aceh Tengah
- 06 Feb 2026 21:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Aceh Tengah – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung runtuhan tebing di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Jumat, 6 Februari 2026. Peninjauan ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan bencana di Aceh Tengah dilakukan terintegrasi dan komprehensif.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menegaskan penanganan tidak boleh hanya berfokus pada titik longsoran. Ia menekankan pentingnya mengatasi faktor pemicu sekitar, termasuk aliran air dan kondisi geologi kawasan.
“Ada beberapa item yang akan kita kerjakan, mulai dari grouting, penanganan sungai, sampai penguatan di beberapa titik. Mesti kita lakukan penanganan cepat,” ujar Menteri Dody dalam keterangan pers, Jumat, 6 Februari 2026.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, kawasan tersebut dinilai belum sepenuhnya aman. Menurut Dody, masih terdapat pergerakan air di bawah permukaan tanah, yang berpotensi memperbesar runtuhan jika tidak segera ditangani.
Ia meminta pekerjaan fisik segera dimulai untuk menghentikan pergerakan air di bawah permukaan.
“Tadi saat kita meninjau, terasa ada getaran, artinya area ini memang belum 100 persen secure. Di bawah ini masih ada pergerakan air dan itu harus kita hentikan,” ucapnya.
Secara teknis, penanganan ini dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melalui pengendalian aliran sungai dan grouting. Langkah ini bertujuan mencegah air masuk ke bawah badan jalan.
Dody juga menyoroti dampak ekonomi jika penanganan terlambat dilakukan. Ia menyebut kawasan sekitar merupakan sentra perkebunan cabai berskala besar.
“Kalau ini sampai melebar lagi, akan muncul masalah baru, termasuk gangguan produksi pertanian dan potensi inflasi. Makanya saya minta ini dikerjakan cepat supaya runtuhan tidak semakin melebar,” katanya.
Kementerian PU memastikan penanganan dilakukan bertahap dengan mengutamakan keselamatan, kualitas, dan keberlanjutan fungsi jalan serta kawasan sekitar. “Harapannya memang segera selesai secepat-cepatnya, tapi kualitas harus tetap dijaga supaya yang kita kerjakan hari ini, bertahan lama,” ujar Menteri Dody.
Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Aceh Tengah Mustafa Kamal menyampaikan pihaknya telah memasang rambu peringatan dan pembatas di sekitar lokasi longsor. Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat setempat.
"Kami sudah mengambil langkah pengamanan," ujar Mustafa. Ia menyebut langkah teknis juga dilakukan melalui pemantauan retakan baru di sekitar lokasi longsor.
Upaya lain juga dilakukan, mencakup pembuatan drainase untuk mengendalikan aliran air serta penguatan tebing dengan penanaman vegetasi penyangga. Dari sisi aksesibilitas, jalur lalu lintas sementara dialihkan agar menjauhi titik longsor berisiko tinggi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap adanya intervensi berupa kajian geologi mendalam. Selain itu, bantuan relokasi pemukiman dan lahan warga yang terancam, serta pemindahan permanen infrastruktur vital seperti jaringan listrik dan telekomunikasi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap adanya intervensi pemerintah pusat melalui kajian geologi mendalam guna memastikan keamanan kawasan terdampak. Serta dukungan relokasi permukiman juga lahan warga, dan pemindahan permanen infrastruktur vital seperti jaringan listrik telekomunikasi nasional setempat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....