Ribuan Warga Agam Masih Tinggal di Pengungsian
- 06 Feb 2026 17:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Lubuk Basung - Ribuan warga di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masih tinggal di pengungsian pascabencana yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025. Pemerintah Kabupaten Agam mencatat, ada 2.497 warga yang masih mengungsi akibat rumah rusak dan berada di kawasan zona merah pascabencana hidrometeorologi.
“Masih ada 2.497 warga mengungsi. Ini berdasarkan hasil validasi yang kita lakukan,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Agam, Yunilson, di Lubuk Basung, Jumat 6 Februari 2026.
Ia merinci, ribuan pengungsi itu tersebar di tiga kecamatan, yakni Palembayan sebanyak 623 orang, Tanjung Raya 1.192 orang, dan Malalak 280 orang. Para warga mengungsi di berbagai lokasi, mulai dari tempat ibadah, rumah tetangga, hingga sejumlah tempat darurat lainnya.
“Mereka mengungsi sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda daerah itu pada akhir November 2025,” ujarnya. Selain menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal, bencana tersebut juga menelan korban jiwa cukup besar.
Tercatat sebanyak 166 orang meninggal dunia, dengan rincian Palembayan 146 orang, Malalak 17 orang, Tanjung Raya 10 orang. Kemudian Matur satu orang, dan Ampek Nagari satu orang.
Sementara itu, sebanyak 36 warga masih dinyatakan hilang. Terdiri atas 32 orang di Kecamatan Palembayan, satu orang di Malalak, dua orang di Tanjung Raya, dan satu orang di Lubuk Basung.
Salah seorang pengungsi asal Tanjung Raya, Rahmat Hidayat, mengungkapkan dirinya bersama keluarga terpaksa menempati bekas kandang sapi milik warga setempat. Ini setelah rumah mereka rusak parah akibat bencana.
“Kami mengungsi di sini setelah pemilik memberikan izin dan langsung kami bersihkan secara bersama-sama,” kata Rahmat. Ia mengaku kondisi rumahnya mengalami kerusakan berat dan berada di kawasan yang kini ditetapkan sebagai zona merah rawan bencana.
Karena itu, Rahmat berharap pemerintah segera menyediakan hunian sementara yang layak bagi para pengungsi. “Kami berharap segera mendapatkan hunian sementara agar bisa ditempati keluarga dengan lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Agam saat ini terus melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak. Guna percepatan penanganan pengungsi dan penyediaan tempat tinggal sementara bagi warga terdampak bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....