Warga Luar Daerah Berbondong-bondong Pindah KTP ke Bekasi

  • 02 Feb 2026 16:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Sebanyak 64 ribu warga luar daerah berpindah status kependudukannya menjadi warga Kota Bekasi sepanjang Tahun 2025. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, Taufiq Rachmat Hidayat.

Menurutnya, dari 64 ribu warga sebanyak 32 ribu merupakan warga pindahan di luar wilayah Jawa Barat.  Di mana kurang lebih 15 ribu berasal dari Jakarta.

Ia menyebut jumlah penduduk asal Jakarta menjadi yang terbanyak dari penduduk dari daerah lain. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan penonaktifan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Jakarta.

"Kebijakan penonaktifan NIK berlaku bagi warga ber-KTP DKI namun tidak tinggal DKI. Akibat hal itu banyak warga DKI namun tinggal di Kota Bekasi kemudian pindah status kependudukannya menjadi warga Kota Bekasi," katanya, Senin 2 Februari 2026.

Taufik menyebut masih banyak juga penduduk tinggal di Kota Bekasi namun masih ber-KTP Jakarta. Hal ini terjadi karena mereka tidak mau repot harus merubah data perbankan, kendaraan bermotor atau data lain akibat perubahan KTP 

Selain itu, mereka enggan berpindah KTP karena dirasa banyak keuntungan yang didapat sebagai penyandang KTP DKI. Salah satunya dalam hal layanan pendidikan atau kesehatan yang mereka anggap lebih baik dari Kota Bekasi.

Disdukcapil Kota Bekasi sendiri berharap bahwa penduduk yang tinggal di Kota Bekasi mesti ber-KTP Kota Bekasi. Sebagai upaya mewujudkan tertib administrasi kependudukan.

"Sesuai peraturan daerah, warga yang sudah satu tahun tinggal di Kota Bekasi harus berpindah status kependudukan menjadi warga Kota Bekasi. Konsekwensinya jika tidak berpindah tidak bisa mendapatkan layanan publik di Pemkot Bekasi berbasis Nomor Induk Kependudukan,"  katanya.

Sementara itu, Lurah Bintara Jaya, Kota Bekasi, Indah Choiriyah, mengatakan banyak perumahan di wilayahnya dihuni warga KTP Jakarta. Hal ini cukup menyulitkan pihak Kelurahan saat melakukan pendataan saat terjadi banjir seperti beberapa waktu lalu.

"Kita kesulitan mendata berapa jumlah warga terdampak banjir di beberapa perumahan di wilayah kami. Karena ada beberapa perumahan banyak di huni warga di luar Kota Bekasi," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....