TNI Salurkan Air Bersih untuk Korban Bencana Aceh

  • 01 Feb 2026 20:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Prajurit TNI terus menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah di Aceh yang terdampak banjir dan longsor. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat.

Saat ini upaya pemulihan pascabencana terjadi pada akhir November 2025 terus dilakukan. Distribusi air bersih dilakukan melalui berbagai metode.

Di antaraya adalah dengan pengeboran sumur hingga pengoperasian kendaraan Reverse Osmosis (RO) yang mampu memproduksi air siap konsumsi langsung di lokasi bencana. Teknologi ini memungkinkan pasokan air bersih tetap tersedia meski sumber air setempat masih tercemar lumpur.

Berdasarkan keterangan Tim Media Prabowo yang diterima pada Minggu 1 Februari 2026 ini, hingga Sabtu (31/1) kendaraan RO masih aktif dikerahkan ke sejumlah titik pengungsian. Beberapa desa yang menjadi sasaran distribusi antara lain Desa Dayah Kleng dan Desa Manyang Cut di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Para prajurit TNI tampak telaten memastikan proses produksi air berjalan lancar sebelum dibagikan langsung kepada warga. Masyarakat datang secara bergantian membawa galon maupun wadah air lainnya untuk diisi, dengan antrean yang berlangsung tertib.

Bantuan air bersih tersebut dinilai sangat krusial, mengingat sebagian besar sumber air warga masih tercampur lumpur akibat banjir dan longsor. Pasokan ini tidak hanya membantu para pengungsi di pos penampungan, tetapi juga warga yang tetap bertahan di rumah masing-masing.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Terutama ketersediaan air bersih.

Arahan itu menekankan pentingnya penambahan distribusi air minum. Serta sarana pendukung di wilayah yang paling parah terdampak.

“Penambahan secara maksimal truk air minum, persediaan air bersih, terutama di lokasi yang paling terdampak (bencana). Presiden ingin memastikan semua warga terdampak bencana mendapat kebutuhan tersebut,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Upaya terpadu ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat Aceh pascabencana. Sekaligus mencegah munculnya masalah kesehatan akibat kekurangan air bersih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....